Inflasi Domestik Terkendali, Rupiah Berakhir Menguat

Laju domestik pada bulan April 2017 yang dinilai masih sangat terkendali menjadi penopang utama untuk pergerakan sepanjang Selasa (2/5) ini. Menurut laporan Index pukul 15.51 WIB, Garuda mampu membalikkan posisi dengan ditutup menguat 17 poin atau 0,13% ke level Rp13.312 per AS.

Rupiah sebenarnya mengawali transaksi hari ini dengan pelemahan super tipis 1 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.330 per dolar AS. Namun, istirahat siang, mata uang Garuda berbalik menguat 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.305 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.28 WIB, spot masih bertahan di zona positif setelah naik 14 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.315 per dolar AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik () melaporkan Indonesia pada bulan April 2017 mencatatkan inflasi sebesar 0,09%. Secara year-on-year, inflasi melaju pada level 4,17% dan inflasi dari awal tahun ini hingga April 2017 sebesar 1,28%. Kelompok pengeluaran perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,93%, sementara bahan justru menyumbang pada bulan ini.

“Inflasi ini salah satunya disebabkan penyesuaian tarif dasar listrik untuk golongan 900 VA yang non-subsidi, terutama untuk pelanggan pasca-bayar,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto. “Namun, secara keseluruhan, inflasi pada bulan April2017 ini masih sangat terkendali.”

Dari pasar , indeks dolar AS yang mengukur kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama turun 0,047 poin atau 0,05% ke level 99,030 pada pukul 10.51 WIB, setelah dibuka dengan pelemahan sebesar 0,001 poin ke posisi 99,076. Para pelaku pasar saat ini menanti hasil pertemuan yang dijadwalkan dirilis esok hari pada pukul dua siang waktu setempat.

The Fed diperkirakan akan mempertahankan tingkat suku bunga acuannya, namun perhatian para investor akan tertuju pada petunjuk atas laju kenaikan suku bunga tahun ini dan tahun berikutnya. Menurut CME FedWatch, penaikan tingkat suku bunga oleh The Fed pada pertemuan kebijakan Juni memiliki kemungkinan sekitar 70%.

Loading...