Inflasi Domestik Sesuai Target, Rupiah Justru Melempem di Akhir Dagang

inflasi Indonesia yang sesuai dengan target ternyata belum mampu menyokong pergerakan rupiah hingga akhir . Menurut Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup sesi dagang Selasa (3/1) ini dengan pelemahan tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.476 per , setelah sebelumnya berada nyaman di zona hijau.

Rupiah sebenarnya mampu mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan tipis 3 poin atau 0,02% ke posisi Rp13.470 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali menguat 21 poin atau 0,16% ke Rp13.452 per dolar AS. Namun, jelang tutup dagang atau pukul 15.51 WIB, spot berbalik 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.478 per dolar AS.

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data inflasi pada Desember 2016 sebesar 0,42%. Sementara, secara keseluruhan, inflasi pada tahun 2016 sebesar 3,02% atau sesuai dengan target APBN, yakni 3 (+-1%). Tingkat inflasi tahun 2016 ini sekaligus menjadi yang terendah sejak tahun 2010 lalu.

“Inflasi pada Desember terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, seperti bahan makan sebesar 0,50%, rokok dan tembakau sebesar 0,45%, perumahan listrik air dan gas sebesar 0,18%, kelompok kesehatan sebesar 0,32%, dan transportasi komunikasi serta jasa keuangan sebesar 1,12%,” jelas Kepala BPS, Suhariyanto. “Namun, capaian inflasi Desember dan 2016 secara keseluruhan sesuai dengan target .”

Sayangnya, data inflasi domestik yang sesuai target ini belum cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah hingga akhir perdagangan. Sebelumnya, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Putu Agus Pransuamitra, mengatakan bahwa faktor utama yang akan memengaruhi pergerakan rupiah pasca-libur Tahun Baru adalah data inflasi dalam negeri.

“Optimisme memasuki awal tahun dan penantian pelantikan Donald Trump sebagai Presiden AS bisa menjadi amunisi bagi the greenback untuk melanjutkan dominasi,” katanya. “Namun, jika data inflasi Indonesia tumbuh jauh lebih baik dari perkiraan, kans rupiah untuk bergerak menguat tetap terbuka.”

Sementara itu, Bank Indonesia mematok kurs tengah pada siang tadi di posisi Rp13.485 per dolar AS, terdepresiasi 49 poin atau 0,36% dibandingkan perdagangan sebelumnya di level Rp13.436 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mayoritas mata uang Asia cenderung menguat terhadap dolar AS, dengan penguatan paling tajam dialami dolar Taiwan sebesar 0,33%, disusul won Korea Selatan yang naik 0,32%.

Loading...