Inflasi AS Naik, Rupiah Tetap Menguat di Akhir Pekan

Rupiah - www.komoditas.co.idRupiah - www.komoditas.co.id

Rupiah mampu melalui Jumat (13/7) ini di zona hijau, meski AS pada bulan Juni 2018 dilaporkan naik, yang sekaligus menyokong imbal hasil Treasury dan . Seperti yang terpantau pada catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menguat 12 poin atau 0,08% ke level Rp14.378 per AS.

Sebelumnya, rupiah harus ditutup melemah tipis 5 poin atau 0,03% di posisi Rp14.390 per dolar AS pada akhir perdagangan Kamis (12/7) kemarin. Pagi tadi, mata uang NKRI mampu rebound dengan dibuka menguat 34 poin atau 0,24% menuju level Rp14.356 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot sanggup mempertahankan posisi di area hijau, mulai awal hingga tutup dagang.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya bergerak lebih tinggi di dekat level tertinggi 10 hari pada hari Jumat, didukung oleh hasil Treasury yang naik tipis karena ekspektasi tingkat inflasi AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,50 poin atau 0,05% menuju level 94,877 pada pukul 11.09 WIB, dekat dengan level tertinggi 10 hari di posisi 94,941.

Seperti dilansir Reuters, imbal hasil Treasury naik setelah data konsumen AS yang diumumkan Kamis waktu setempat menunjukkan tekanan inflasi yang stabil, yang dapat memungkinkan Federal Reserve menaikkan suku bunga sebanyak empat kali pada tahun ini. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan indeks konsumen (consumer price index) pada bulan Juni naik 0,1% dari bulan sebelumnya.

“Dolar AS telah mendapat manfaat sepanjang minggu ini dari kekhawatiran konflik perdagangan yang muncul sebelumnya, yang akhirnya menyalurkan penawaran safe-haven,” ujar presiden FPG Securities di Tokyo, Koji Fukaya. “Di atas itu, ekonomi AS telah menunjukkan kondisi yang baik-baik saja dan hasil Treasury telah meningkat, dan semua faktor-faktor ini membantu greenback.”

Sementara itu, siang tadi Bank mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.358 per dolar AS, melonjak 77 poin atau 0,53% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.435 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang Asia menguat versus greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,33% dialami rupee India dan rupiah.

Loading...