Inflasi April Naik Tipis, Rupiah Tetap Berakhir Melemah

Rupiah melemahRupiah melemah pada perdagangan Senin (3/5) sore - ijn.co.id

JAKARTA – Rupiah harus puas tertahan di teritori negatif pada perdagangan Senin (3/5) sore ketika angka bulan April 2021 dilaporkan lebih baik dibandingkan bulan sebelumnya seiring dengan peningkatan belanja masyarakat. Menurut catatan Index pada pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda ditutup tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.450 per .

Pagi tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa Indeks () sepanjang bulan April 2021 mengalami inflasi sebesar 0,13% secara bulanan (month-to-month) dan naik dari bulan Maret 2021 yang tercatat 0,08%. Sementara itu, inflasi tahunan tercatat sebesar 1,42%, sedangkan inflasi tahun kalender (year-to-date) 2021 mencapai angka 0,58%.

“Komoditas yang menyumbang inflasi, antara lain daging ayam ras dengan andil 0,06%, serta minyak goreng, jeruk, emas perhiasan, anggur, pepaya, ikan segar, dan rokok kretek dengan andil sebesar 0,01%,” terang Deputi Bidang Statistik dan Distribusi Jasa BPS, Setianto, dilansir dari Bisnis. “Sementara itu, komoditas yang menyumbang deflasi di antaranya cabai rawit sebesar 0,05%, serta cabai merah dan bawang putih sebesar 0,02%.”

Realisasi inflasi tersebut tidak jauh dibandingkan perkiraan . Sebelumnya, konsensus yang dihimpun CNBC Indonesia memperkirakan inflasi secara bulanan sebesar 0,165% dan tahunan 1,45%. Sementara itu, melalui Survei Pemantauan Harga (SPH) memperkirakan inflasi bulanan pada April 2021 sebesar 0,18% dan tahunan 1,47%.

Meski demikian, data tersebut belum cukup mampu menopang pergerakan rupiah karena dolar AS masih berpegang teguh pada kenaikan baru-baru ini pada hari Senin, ketika memilih wait and see menjelang pertemuan sejumlah bank sentral dan rilis data ekonomi AS. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,034 poin atau 0,04% ke level 91,314 pada pukul 11.14 WIB.

“Kami memperkirakan dolar AS (tetap) cenderung melemah karena membaiknya prospek ekonomi , dengan permintaan impor AS juga kemungkinan akan mendukung mata uang eksportir,” kata analis Commonwealth Bank of Australia, Kim Mundy, seperti dikutip dari Reuters. “Meski demikian, dukungan singkat terhadap dolar AS tetap ada jika data yang solid mendorong imbal hasil Treasury AS secara material lebih tinggi.”

Survei manufaktur AS akan dirilis pada hari Rabu (5/5), diikuti oleh laporan angka pasar tenaga kerja April 2021 pada hari Jumat(7/5) mendatang. Diperkirakan, ada 978.000 pekerjaan tambahan dalam sebulan. Namun, analis mengatakan respons pasar terhadap kejutan dengan cara apa pun mungkin sulit ditebak, karena investor mulai khawatir bahwa data yang kuat dapat mendorong bank sentral untuk mengurangi dukungan mereka.

Loading...