Industri Tekstil dan Garmen Indonesia Terancam Usai Vietnam Gabung Trans-Pasifik

Keputusan Vietnam bergabung dalam blok perdagangan bebas Kemitraan Trans-Pasifik (TPP) membuat negara-negara pengekspor tekstil dan garmen di ASEAN lainnya terancam, tak terkecuali . Pasalnya, Vietnam yang merupakan eksportir garmen terbesar keempat di dunia, akan mendapatkan akses khusus untuk di antara 11 negara lain yang telah mendaftar ke TPP serta 28 negara anggota Uni Eropa lainnya.

Menurut Menteri Perdagangan, Thomas T. Lembong, bergabungnya Vietnam, dan juga , dalam TPP merupakan sebuah “ancaman”. Terlepas dari kenyataan bahwa Indonesia empat kali lebih besar dari Vietnam, namun ekspor Vietnam ke Uni Eropa jauh melebihi Indonesia. Pada tahun 2014 lalu, ekspor Vietnam ke Uni Eropa mencapai 22,2 miliar dolar AS, sedangkan ekspor Indonesia “hanya” 14,4 miliar dolar AS.

Di samping itu, biaya energi yang tinggi juga telah mengurangi daya saing Indonesia. Hal ini mendorong Menko Perekonomian, , menurunkan tarif dasar listrik untuk mengurangi biaya produksi.

“Tantangan utama (industri tekstil dan garmen) adalah biaya listrik yang terlalu tinggi, dan juga akses pasar ke Uni Eropa dan ,” ujar Ketua Asosiasi Pertekstilan Indonesia, Ade Sudrajat. “Jika kita bisa memenuhi dua tantangan ini, maka bisa mencapai dua digit.”

Selain Indonesia, negara ASEAN lainnya yang paling terkena imbas bergabungnya Vietnam dalam TPP adalah Kamboja. Di negara ini, sektor garmen merupakan pilar utama ekonomi negara. Menurut data Organisasi Buruh Internasional (ILO), industri garmen mempekerjakan lebih dari 700 ribu pekerja dan menyumbang 5,3 miliar dolar AS atau sekitar 80 persen dari total pendapatan ekspor Kamboja pada tahun 2014 silam.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Produsen Garmen Kamboja, Ken Loo, mengatakan bahwa sektor garmen sudah kehilangan pangsa pasar ke Amerika Serikat karena biaya di Vietnam lebih rendah serta produktivitas yang lebih tinggi. “Jika kita tidak bisa bersaing ketika TPP datang, ini jelas merugikan,” ujarnya. [apk/nikkei]

Loading...