Cari Jodoh, Orang Indonesia Terbanyak Unduh Aplikasi Kencan Seluler

Bertemu dengan Teman Kencan Seluler - www.freepik.comBertemu dengan Teman Kencan Seluler - www.freepik.com

SINGAPURA – Semakin banyak orang yang berhasil menemukan mitra melalui perangkat mereka, membuat penjualan kencan seluler melonjak di kawasan Asia Tenggara. dan Malaysia memimpin lonjakan pengeluaran untuk platform perjodohan, dengan belanja telah meningkat hingga 260 persen selama tiga tahun terakhir.

Dilansir Nikkei, menurut data analisis App Annie, konsumen Indonesia, Malaysia, dan Singapura telah memimpin belanja aplikasi kencan seluler sepanjang tahu lalu. Orang Indonesia menghabiskan 5,8 juta AS, naik 260 persen dibandingkan tahun 2017 yang tercatat 1,6 juta AS. Warga Malaysia juga menghabiskan sekitar 5,8 juta AS untuk aplikasi kencan tahun lalu, naik dari 1,8 juta AS pada tahun 2017.

tiga digit di Malaysia dan Indonesia menggambarkan bahwa ada permintaan yang kuat untuk seperti itu di kawasan ini (Asia Tenggara),” ujar Cindy Deng, direktur pelaksana App Annie untuk Asia Pasifik, kepada Nikkei Asian Review. “Ukuran populasi, akses ke ponsel cerdas, dan kecepatan seluler akan terus memainkan peran kunci bagi pertumbuhan aplikasi ini.”

Karena semakin banyak orang yang berhasil menemukan mitra melalui perangkat elektronik mereka, Deng menambahkan, platform kencan seluler semakin mengakar dalam budaya perjodohan modern. Singapura menyumbang pengeluaran terbesar dibandingkan negara Asia Tenggara mana pun, mengeluarkan 7,1 juta pada tahun lalu, naik dari 3,9 juta pada 2017, terutama karena pendapatan per kapita negara yang lebih tinggi.

“Pengeluaran untuk layanan kencan online di pasar mana pun secara langsung tergantung pada dua faktor utama, yakni kemakmuran pasar dan ukuran absolut dari pengguna smartphone,” kata Kabeer Chaudhary, managing partner untuk Asia-Pasifik di M&C Saatchi Performance. “Walaupun Singapura jauh lebih makmur daripada Indonesia dan Malaysia, pertumbuhan pengguna smartphone mereka terbatas. Banyaknya pengguna di dua negara yang lebih besar akan mendorong peningkatan di masa depan dalam pengeluaran aplikasi mereka.”

Beberapa pengembang telah meningkatkan upaya mereka untuk menangkap pertumbuhan di seluruh wilayah karena lebih banyak orang lajang bersandar pada teknologi untuk terhubung satu sama lain. Match Group, yang memiliki aplikasi kencan Tinder, mengatakan telah menjadikan produk kencan di Asia sebagai prioritas, menunjuk seorang manajer umum untuk Korea Selatan dan Asia Tenggara, serta mendirikan kantor di Jepang dan Indonesia.

Sementara itu, aplikasi kencan sosial, Bumble, telah bermitra dengan Singapore Tourism Board untuk menawarkan layanan yang ditujukan guna membantu jaringan profesional dan melakukan kontak. Grup Dating.com juga telah menyatakan bahwa mereka sedang mencari akuisisi perusahaan kencan di Asia untuk mendorong pertumbuhannya.

Secara global, App Annie mengatakan, konsumen menghabiskan lebih dari 2,2 miliar dolar AS untuk aplikasi kencan sepanjang tahun lalu, atau dua kali lipat dari jumlah pada tahun 2017. Sementara Tinder tetap memimpin, para pendatang baru mulai mengejar ketinggalan. Di Asia Tenggara, App Annie mengatakan bahwa platform seperti Coffee Meets Bagel dan Tantan berada di peringkat 10 besar aplikasi kencan seluler.

Secara keseluruhan, pengguna seluler di Asia Tenggara mengunduh 13,2 miliar aplikasi dari semua jenis pada tahun lalu, naik 20 persen dari 2017, dengan konsumen Indonesia sendiri mengunduh 6 miliar aplikasi tahun lalu. Indonesia berada di peringkat kelima tahun lalu dalam hal jumlah aplikasi terbanyak yang diunduh oleh negara, di belakang China, India, AS, dan Brasil.

Loading...