Indonesia Alami Deflasi, Rupiah Berakhir Melemah

Rupiah melemah pada perdagangan Senin (3/8) sore - bisnis.com

JAKARTA – Rupiah harus puas tertahan di teritori merah pada perdagangan Senin (3/8) sore, ketika sepanjang bulan Juli kemarin dilaporkan mengalami akibat penurunan sejumlah kelompok pengeluaran. Menurut paparan Index pada pukul 14.58 WIB, Garuda 30 poin atau 0,21% ke level Rp14.630 per dolar AS.

Pagi tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa sepanjang Juli 2020, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,10%, dengan Indeks Harga (IHK) sebesar 104,95. Deflasi tertinggi terjadi di Kota Manokwari, sebesar 1,09%. Ini karena adanya penurunan harga beberapa komoditas bahan pangan. Sementara, deflasi terendah terjadi di Gunungsitoli, Bogor, Bekasi, Luwuk, dan Bulukumba sebesar 00,01%.

“Dari 90 kota IHK yang dipantau oleh BPS, ada 61 kota yang mengalami deflasi , sedangkan 29 kota mengalami inflasi,” papar Kepala BPS, Suhariyanto, ketika mengumumkan ini di kantornya. “Dengan angka tersebut, pada Juli 2020, inflasi tahun kalender tercatat sebesar 0,98% dan inflasi tahun ke tahun tercatat mencapai 1,54%.”

Sebelumnya, berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu IV Juli 2020, Bank Indonesia memperkirakan pada Juli 2020 ini terjadi deflasi sebesar 0,03%. Kala itu, menurut survei bank sentral, penyumbang utama deflasi antara lain berasal dari bawang merah, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, jeruk, cabai merah, kelapa, daging sapi, serta tarif angkutan .

Sementara itu, menurut data riil BPS, deflasi terjadi karena adanya penurunan harga beberapa indeks kelompok pengeluaran, seperti kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,73%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar tangga sebesar 0,01%; serta kelompok transportasi sebesar 0,17%. Sebaliknya, kelompok yang mengalami kenaikan indeks antara lain pakaian dan alas kaki; perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin tangga; kesehatan; informasi; serta komunikasi dan jasa keuangan.

Dari pasar global, indeks dolar AS masih ‘berdetak’ pada hari Senin, bersandar pada rebound akhir pekan lalu, tetapi kekhawatiran tentang pemulihan ekonomi AS yang melambat karena epidemi virus corona sedikit menghambat pergerakannya. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,088 poin atau 0,09% menuju level 93,437 pada pukul 11.36 WIB.

Loading...