Indonesia Alami Deflasi, Rupiah Justru Terpuruk di Akhir Dagang

rupiah melemah

Laporan terbaru dalam negeri, yang menunjukkan Indonesia mengalami deflasi pada bulan Agustus 2017, ternyata tidak mampu membuat untuk keluar dari zona merah. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, NKRI harus memungkasi transaksi hari ini (4/9) dengan pelemahan sebesar 21 poin atau 0,16% ke level Rp13.339 per .

Sebelumnya, pada penutupan perdagangan Jumat (1/9) pekan lalu, rupiah berakhir di posisi Rp13.318 per . Kemudian, sepanjang sesi dagang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.333 per hingga Rp13.346 per , setelah sebelumnya dibuka melemah 27 poin atau 0,20% ke level Rp13.345 per .

Siang tadi, Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan Indeks (IHK) bulan Agustus 2017 mengalami deflasi sebesar 0,07%. Angka ini di luar ekspektasi ekonom yang memprediksi bulan lalu akan mengalami . Secara keseluruhan, tahun kalender Januari-Agustus 2017 sebesar 2,35%, sedangkan tahun ke tahun (year-on-year) Agustus 2017 sebesar 3,82%.

“Data ini lebih rendah dibandingkan bulan Agustus 2016 yang mengalami deflasi 0,02% dan Agustus 2015 yang mengalami inflasi sebesar 0,39%,” papar Kepala BPS, Suhariyanto. “Dengan deflasi ini, kita mengharapkan inflasi di bulan September, Oktober, dan seterusnya bisa tetap terjaga. Meski demikian, perlu diwaspadai pada bulan Desember yang bertepatan dengan libur Natal dan Tahun Baru.”

Sayangnya, sentimen domestik tersebut belum mampu mengatrol nilai tukar rupiah karena sentimen global lebih mendominasi. Seperti diketahui, bursa Asia saat ini memang cenderung tertekan imbas uji coba bom hidrogen Korea Utara pada Minggu (3/9) kemarin, yang mengakibatkan investor berburu aset safe haven. “Pelaku pasar tidak menginginkan gejolak yang berkepanjangan,” ujar analis mata uang di Western Union Business Solutions, Steven Dodley.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok tengah berada di level Rp13.345 per dolar AS, menguat 6 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.351 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam dialami won Korea Selatan yang anjlok 0,64%.

Loading...