Indofood Dorong Indomie Jadi Merek Halal di Pasar Global

Indofood berencana mendorong Indomie sebagai merek halal yang menguasai . Ini seiring kesuksesan penjualan mi instan tersebut di pasar Timur Tengah dan Afrika, terutama di Turki, Arab Saudi, Mesir, Nigeria, dan Suriah.

Indofood memang telah memperoleh kestabilan di pasar seluruh Timur Tengah dan Afrika. Harga saham Indofood CBP Sukses Makmur mencapai Rp17.000 atau 1,27 AS pada 17 Juni 2016. “Jika memiliki K-Pop, maka kami memiliki Indomie,” kelakar Presiden dan Chief Executive Indofood Sukses Makmur, Anthoni Salim.

Namun, Anthoni Salim memang tidak berlebihan. Di Turki, Indomie menjadi komoditas terlaris Indofood sejak mereka membuka pada tahun 2014. Meski Indofood tidak mengungkapkan angka penjualan, namun branding Indomie memang sangat terkenal di yang berbatasan langsung dengan Benua tersebut.

Indomie dengan rasa ayam, kari, dan sayuran dijual masing-masing dengan harga 1,25 lira Turki (1,3 dolar AS. “Indomie telah mengalahkan merek lain. Saya pribadi lebih suka Indomie rasa ayam,” kata petugas penjualan sebuah supermarket di Turki, Metin.

Indofood sendiri telah menargetkan pasar negara berkembang, seperti Turki yang memiliki populasi 78 juta jiwa, tumbuh 34% dalam 20 tahun terakhir. “Turki sebenarnya jembatan untuk memasuki Uni Eropa,” kata Anthoni sambil mencatat pertumbuhan di negara itu di angka 2% hingga 3% per tahun.

Sementara di Arab Saudi, Indofood telah mendirikan tiga pabrik di sana sejak pertengahan 1990-an lalu, salah satunya memproduksi saus. Pabrik Indofood di Arab Saudi bertugas memproduksi Indomie untuk diekspor ke delapan negara lainnya, termasuk Mesir, Nigeria, dan Suriah.

Untuk Indofood, selain menghasilkan pertumbuhan, bisnis di luar negeri juga menghasilkan dollar AS untuk mengurangi fluktuasi valuta asing akibat impor baku. “Kami mengimpor gandum, , dan suku cadang. Jika kami bisa mendapatkan dolar dari ekspor, kami bisa mengimbangi biaya impor,” imbuh Anthoni.

“Kami sedang berusaha secara bertahap untuk meningkatkan bisnis di luar negeri. Dan, jika kami bisa mencapai angka 30%, itu akan menjadi kondisi ideal,” lanjutnya. “Kami juga semakin tertarik untuk memasuki pasar makanan halal global dengan memanfaatkan kekuatan merek Indomie.”

Loading...