India Krisis Uang Tunai, Efek Program Demonetisasi?

India Krisis Uang Tunai - www.malaymail.comIndia Krisis Uang Tunai - www.malaymail.com

INDIA – Beberapa wilayah di India dilaporkan mengalami krisis uang tunai karena ATM tidak berjalan sebagaimana mestinya dalam beberapa minggu terakhir. Meski setempat mengatakan bahwa masalah itu karena ‘ yang tidak biasa’, namun langkah demonetization Perdana Menteri Narendra Modi pada tahun 2016 silam tidak lepas dari sorotan.

Seperti diberitakan DW, kekurangan pasokan uang tunai telah terjadi di wilayah seperti Karnataka, Andhra Pradesh, Telangana, Madhya Pradesh, Uttar Pradesh, bagian utara Bihar, dan beberapa daerah di Maharashtra serta Delhi. Kementerian keuangan setempat tidak bisa menemukan alasan yang kredibel mengenai masalah ini, demikian juga dengan Reserve Bank of India, meski tetap berjanji untuk segera mengisi ATM.

ingin meyakinkan semua orang bahwa ada persediaan yang cukup untuk memenuhi seluruh permintaan sejauh ini,” kata kementerian keuangan dalam sebuah pernyataan. “Pemerintah juga ingin memastikan bahwa akan memasok yang memadai untuk memenuhi, bahkan permintaan yang tinggi jika permintaan tersebut akan berlanjut dalam beberapa hari atau bulan mendatang.”

Pemerintah dan para pemangku kepentingan masih berjuang untuk menemukan penyebab krisis, yang telah membawa kembali ketakutan akan ‘bom’ demonetisasi yang ditetapkan oleh PM Narendra Modi pada November 2016. Modi telah mengumumkan bahwa pecahan 500 rupee dan 1.000 rupee tidak lagi beredar. Setelah minggu-minggu awal kekacauan yang hebat, pemerintah berusaha menyuntikkan uang tunai dengan memperkenalkan 2.000 rupee dan 200 rupee legal tender, serta memperkenalkan uang rupee pecahan 10, 50, dan 500 yang baru.

Meskipun tidak ada alasan pasti, berbagai penjelasan, baik spekulatif maupun inferensial, sedang digembar-gemborkan seperti mesin uang tunai yang tidak dikalibrasi ulang untuk mengeluarkan uang baru, permintaan musiman karena , tantangan dari bank sentral, pemilihan umum yang akan datang, perkiraan pasokan-permintaan yang buruk, dan perbankan yang sudah lumpuh oleh pinjaman senilai 210 miliar dolar AS.

Penyebab aneh lain yang dinyatakan oleh pihak berwenang adalah kemungkinan penimbunan uang tunai sebagai bagian dari konspirasi melawan pemerintahan yang berkuasa, tetapi tidak ada satu pun dari pemerintah yang mampu membuktikan klaim ini. Ada juga spekulasi di antara beberapa kalangan bahwa ekonomi India sengaja dipompa dengan lebih sedikit uang tunai untuk meningkatkan praktik pembayaran .

Sebenarnya, salah satu tujuan program demonetisasi adalah dorongan agresif untuk pembayaran digital secara nasional. Namun, itu juga merupakan kemunduran bagi pemerintah karena lambatnya langkah masyarakat untuk membiasakan diri dengan transaksi non-tunai. Sirkulasi mata uang pada April 2018 berada di angka 18,4 triliun rupee dibandingkan dengan 17,98 triliun rupee sebelum demonetisasi. Angka ini masih sangat rendah mengingat faktor-faktor seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Ada peningkatan tajam dalam peredaran uang tunai, terutama selama Desember 2017 dan Januari 2018, yang membingungkan analis keuangan dan lembaga perbankan. Sejak Oktober 2017, tingkat penarikan dari mesin uang tunai, indikator lain yang dipantau oleh otoritas untuk mengamati perubahan kebiasaan uang tunai, juga telah kembali ke angka pra-demonetisasi.

Namun, bank sentral telah mencatat bahwa telah terjadi peningkatan kebiasaan pembayaran yang stabil dengan lebih banyak konsumen menggunakan pembayaran elektronik, kartu, dan cek. Dalam laporannya tentang pelacakan transaksi digital pasca-demonetisasi, Reserve Bank of India menyatakan bahwa peningkatan penggunaan ketiga instrumen ini selama periode demonetisasi telah berlanjut dalam periode pasca-demonetisasi, yang menunjukkan pergeseran mendasar sedang terjadi dalam kebiasaan pembayaran.

Loading...