Indeks Konsumen AS Naik, Rupiah Berakhir Melemah 14 Poin

Minimnya transaksi valuta asing serta indeks dolar yang terus usai data Paman Sam menunjukkan perbaikan membuat pergerakan tidak leluasa dan cenderung melemah. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda harus menutup sesi Rabu (28/12) ini dengan pelemahan sebesar 14 poin atau 0,10% ke level Rp13.460 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya mengawali tengah pekan ini dengan menguat 13 poin atau 0,10% ke posisi Rp13.433 per dolar AS. Namun, jeda siang, mata uang Garuda berbalik tipis 3 poin atau 0,02% ke level Rp13.449 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul15.35 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai melemah 10 poin atau 0,07% ke Rp13.456 per dolar AS.

“Masih menguatnya laju dolar AS terhadap yen dan euro serta minimnya transaksi valuta asing usai libur Natal membuat sejumlah mata uang, termasuk rupiah, kembali melemah,” papar Analis PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada. “Rilis data ekonomi Jepang, di antaranya penurunan household spending, meningkatnya unemployment rate, dan inflasi tidak membuat yen bergerak naik sehingga mampu dimanfaatkan dolar AS.”

Berbanding terbalik dengan data ekonomi Jepang, data ekonomi AS justru menunjukkan indeks kepercayaan konsumen yang naik ke level tertinggi dalam lebih dari 15 tahun terakhir pada bulan Desember karena mereka melihat adanya peningkatan kondisi , saham, dan tenaga kerja. Data tersebut mendapat respons positif dari the greenback dengan bergerak menguat 0,05 poin atau 0,05% pada penutupan perdagangan Selasa (27/12).

Sementara itu, Bank Indonesia menetapkan kurs tengah di level Rp13.447 per dolar AS, turun 11 poin atau 0,08% dari posisi kemarin di Rp13.436 per dolar AS. Di saat yang sama, sejumlah mata uang Asia juga bergerak melemah terhadap dolar AS, dengan pelemahan terdalam dialami yen Jepang usai anjlok 0,13% dan ringgit Malaysia yang terdepresiasi 0,08%.

Loading...