Indeks Keyakinan Konsumen Naik, Rupiah Berpeluang Menguat Terbatas

Usai kemarin ditutup melemah, berpeluang membalikkan keadaan pada (13/7) ini, meski terbatas. Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juni 2016 yang serta penguatan laju dan pound sterling bisa menjadi pendorong laju rupiah untuk unggul sepanjang perdagangan .

Seperti diwartakan Bloomberg Index, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan penguatan sebesar 14 poin atau 0,11% di posisi Rp13.106 per AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali naik 24 poin atau 0,18% ke level Rp13.096 per AS pada pukul 08.33 WIB.

“Pelemahan rupiah yang terjadi kemarin merupakan sumbangsih faktor teknikal, sebab penguatan rupiah sebelumnya sudah cukup signifikan,” terang Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Yulia Safrina. “Indeks Keyakinan Konsumen Juni 2016 yang naik 1,6 poin menjadi 113,7 dibandingkan bulan sebelumnya bisa menjadi pendorong rupiah untuk unggul pada hari ini.”

Pendapat berbeda disampaikan Analis Uang , Reny Eka Putri. Menurutnya, rupiah tetap berpeluang melemah mengingat sokongan dari dalam negeri yang masih minim. “Hanya saja, memang pelemahannya pasti terbatas,” katanya.

Reny menebak rupiah cenderung melemah di kisaran Rp13.095 hingga Rp13.180 per dolar AS. Sementara, Yulia mengatakan bahwa mata uang Garuda bisa unggul di rentang Rp13.060 hingga Rp13.175 per dolar AS.

Di sisi lain, Kepala Riset NH Securities Indonesia, , mengemukakan bahwa rupiah bisa bergerak melemah terbatas, meski indeks dolar AS juga terpantau turun. Dolar AS turun akibat adanya ekspektasi penurunan tingkat suku bunga oleh Bank of England sebesar 25 bps guna merespon Brexit. “Keadaan tersebut mendorong penguatan euro dan pound sterling,” katanya.

Ditambahkan Reza, sayangnya dari dalam negeri masih minim sentimen. “Rupiah hari ini akan bergerak di kisaran support Rp13.135 per dolar AS dan resisten Rp13.092 per dolar AS,” tutup Reza.

Loading...