Indeks Kepercayaan Konsumen AS Naik, Rupiah Dibuka Melemah Terhadap USD

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

Jakarta – Kurs mengawali pagi hari ini, Rabu (29/5), dengan pelemahan sebesar 11,5 poin atau 0,08 persen ke level Rp 14.386,5 per . Sebelumnya, Selasa (28/5), nilai tukar Garuda berakhir terapresiasi 5 poin atau 0,03 persen ke posisi Rp 14.375 per di tengah liburnya keuangan AS, bertepatan dengan perayaan Memorial Day.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur pergerakan the terhadap enam mata uang utama terpantau sedikit menguat. Pada akhir perdagangan Selasa atau Rabu pagi WIB, indeks dolar AS terpantau naik 0,19 persen menjadi 97,9499 lantaran para saat ini tengah mempertimbangkan sejumlah utama yang baru saja dirilis dan menanti perkembangan terbaru terkait perdagangan global.

Berdasarkan laporan dari The Conference Board yang berbasis di New York pada Selasa (28/5), indeks kepercayaan konsumen Amerika Serikat berada pada angka 134,1 pada Mei 2019, naik dari angka 129,2 pada April. “Konsumen memperkirakan ekonomi akan terus tumbuh pada kecepatan yang solid dalam jangka pendek, dan meskipun ritel lemah pada April, tingkat kepercayaan yang tinggi ini menunjukkan tidak ada kemunduran yang signifikan dalam pengeluaran konsumen dalam beberapa bulan mendatang,” ungkap Lynn Franco, peneliti di The Conference Board, seperti dilansir Antara.

Rupiah sendiri di perdagangan kemarin berhasil menguat karena telah melemah selama beberapa hari sebelumnya. Menurut Ekonom BCA David Sumual, rupiah menguat lantaran AS sedang membuat kesepakatan dagang dengan Jepang di tengah perang dagangnya dengan China. “Sempat ada rumor AS akan memperluas perang dagang dengan Jepang,” jelas David, seperti dikutip Kontan.

Oleh sebab itu, David memperkirakan jika gerak rupiah menguat lantaran secara teknikal sudah oversold. Terlebih karena kondisi politik pun sudah mulai mereda pasca berakhirnya demo 22 Mei. Analis PT Monex Investindo Futures Faisyal menambahkan, penguatan rupiah kemarin masih dipengaruhi faktor eksternal, termasuk respons pasar terhadap negosiasi damai dagang antara AS dengan Jepang. “Pasar merespons baik pertemuan Trump dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe di Tokyo. Pasar juga menilai positif dari mulai melunaknya AS terhadap Iran,” ucap Faisyal.

Loading...