Incar Maskapai Asia Tenggara, Bandara Kecil di Jepang Beri Insentif

SilkAir - www.tripadvisor.comSilkAir - www.tripadvisor.com

TOKYO/JAKARTA – Kunjungan asal Asia Tenggara ke Jepang menggunakan terbang semakin hari semakin bertambah. Melihat potensi wisata tersebut, Negeri Matahari Terbit pun gencar mempromosikan bandara-bandara kecil di wilayahnya, salah satunya dengan memberikan subsidi pendaratan kepada .

Seperti dikutip dari Nikkei, SilkAir, anak grup Singapore Airlines, berencana menambah Singapura-Hiroshima pada bulan Oktober mendatang. Menurut chief eksekutif SilkAir, Foo Chai Woo, Kota Hiroshima cukup populer di Singapura, salah satunya karena memiliki sejarah yang penting. “Di samping itu, cuacanya juga tergolong baik dan punya kedekatan dengan berbagai atraksi di kota-kota lainnya,” ujarnya.

Pemerintah Hiroshima sendiri akan sepenuhnya mensubsidi biaya pendaratan SilkAir selama tiga tahun. Selain itu, mereka juga akan mensubsidi total 31,2 juta yen di tahun pertama untuk biaya iklan. Menurut seorang pejabat Hiroshima, mereka memang telah mendekati beberapa maskapai Asia Tenggara dengan harapan kota ini akan menjadi tuan rumah bagi lebih banyak turis, selain permintaan dari perusahaan lokal yang memiliki kantor dan pabrik di tersebut.

Di samping itu, VietJet Air juga berencana membuka rute ke Negeri Sakura, dengan target mengoperasikan 30 penerbangan charter yang menghubungkan Ho Chi Minh dengan Fukushima di timur laut Jepang. Rencananya, maskapai asal Vietnam ini akan mulai mengoperasikan rute tersebut dari bulan Februari hingga April tahun depan.

Seperti Hiroshima, pemerintah Fukushima juga akan mensubsidi semua biaya pendaratan VietJet Air. Bandara tersebut sebelumnya telah kehilangan penerbangan internasional secara reguler sejak bencana nuklir 2011, yang biasanya melayani rute ke Shanghai dan Seoul. “Mengundang penerbangan charter adalah langkah pertama, dan mengundang penerbangan reguler adalah tujuan besar,” kata Gubernur Fukushima, Masao Uchibori.

Jumlah penerbangan charter ke bandara yang lebih kecil di Jepang memang semakin meningkat. Dalam 12 bulan yang berakhir pada bulan Maret lalu, 335 penerbangan charter terbang antara kota-kota Asia Tenggara dan Jepang, tidak termasuk tiga bandara utama Narita, Haneda, dan Kansai, yang juga naik lebih dari dua kali lipat dari tiga tahun sebelumnya.

Sebelumnya, Citilink Indonesia, anak perusahaan maskapai penerbangan Garuda Indonesia, menawarkan penerbangan charter antara Jakarta dan Fukuoka pada bulan Mei lalu. Penerbangan charter kadang-kadang dianggap sebagai tes untuk terjadwal secara teratur karena mereka memberi maskapai penerbangan kesempatan untuk menguji permintaan terhadap rute.

Kunjungan ke bandara regional diyakini bertumbuh, selain karena faktor insentif, bandara regional juga lebih mudah ‘dimasuki’ maskapai baru dibandingkan dengan utama Jepang. Menurut kementerian transportasi, lima bandara utama di Jepang, yaitu Haneda dan Narita di Tokyo, Kansai Osaka, Fukuoka, dan New Chitose Sapporo, melakukan koordinasi jadwal karena permintaan yang besar. Maskapai dengan layanan yang ada memiliki prioritas untuk slot yang tersedia. Karena itu, pendatang baru memiliki sedikit kesempatan untuk mendapatkan penerbangan reguler.

Kecenderungan peningkatan penerbangan antara Asia Tenggara dan Jepang kemungkinan akan berlanjut saat wisatawan mulai menjelajahi daerah-daerah yang belum mereka kunjungi. Total pengunjung dari Thailand, Malaysia, Indonesia, Singapura, Vietnam, dan Filipina mencapai 1,66 juta sampai Juli tahun ini, meningkat 16 persen dari tahun lalu. Turis biasanya mengunjungi Osaka dan Tokyo dalam perjalanan pertama mereka ke Jepang.

Loading...