Incar Banyak Pekerja Asing, Jepang Dirikan Pusat Informasi 11 Bahasa

Jepang Incar Banyak Pekerja Asing - dunia.rmol.coJepang Incar Banyak Pekerja Asing - dunia.rmol.co

TOKYO – Pada Selasa (25/12) waktu setempat, mengadopsi sejumlah langkah untuk mendorong warga asing bekerja di tersebut dan untuk memperlancar integrasi mereka ke dalam masyarakat . Pemerintah bakal menerapkan 126 kebijakan baru, termasuk mendirikan pusat informasi yang melayani pekerja asing dalam 11 yang berbeda.

Seperti diberitakan Nikkei, Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe, telah mendesak para menterinya untuk melakukan yang terbaik guna memastikan pekerja asing termotivasi datang ke Negeri Sakura, tidak hanya ke kota-kota besar tetapi juga komunitas yang lebih kecil. Seruan itu muncul sebelum perubahan hukum yang dirancang untuk membawa ratusan ribu pekerja ke berbagai sektor.

Para menteri total mengadopsi 126 langkah, termasuk langkah-langkah untuk mempromosikan koeksistensi antara penduduk lokal dan pendatang baru serta bantuan untuk warga negara asing yang sudah tinggal di Jepang. Untuk mencapai semua ini, pemerintah membukukan anggaran tambahan sebesar 6,1 miliar yen (55,3 juta dolar AS) untuk tahun fiskal 2018 dan anggaran sebesar 16,3 miliar yen untuk tahun fiskal 2019.

Di bawah rencana tersebut, satu atap, sementara bernama Centers for Multicultural Information and Assistance, akan didirikan di sekitar 100 lokasi di seluruh negeri. Pusat-pusat ini akan memberikan konsultasi tentang prosedur administrasi dan kehidupan sehari-hari dalam 11 bahasa, termasuk Jepang, Inggris, China, Korea, Spanyol, Vietnam, Thailand, Portugis, Indonesia, Nepal, dan Tagalog, menggunakan aplikasi terjemahan dan cara lain.

Pemerintah juga akan berusaha memastikan semua daerah memiliki sekolah berbahasa Jepang, dan kualifikasi baru akan diberikan kepada guru berbahasa Jepang. Langkah-langkah lainnya termasuk memberikan informasi dalam berbagai bahasa untuk memudahkan keluarga non-Jepang dengan anak-anak kecil dalam menggunakan institusi dan fasilitas penitipan anak.

Sementara, untuk menghilangkan kekhawatiran Partai Demokrat Liberal tentang kemungkinan menumpuknya pekerja asing di daerah bergaji tinggi, pemerintah berencana untuk menyatukan gambaran yang jelas tentang kondisi kerja berdasarkan sektor, pekerjaan, status penduduk, dan wilayah. Pemerintah juga akan menggunakan subsidi revitalisasi regional untuk memberikan dukungan keuangan kepada kota-kota yang ‘melakukan yang terbaik untuk menerima pekerja asing’.

Langkah kunci lainnya adalah meningkatkan perlindungan pekerja terhadap calo dan majikan, termasuk melalui kerja sama dengan pemerintah negara asal pekerja. Untuk ini, Tokyo akan menandatangani perjanjian bilateral dengan pemerintah di sembilan negara, dengan rencana untuk melakukan ujian bahasa Jepang untuk warga setempat yang ingin mendapatkan visa baru. Vietnam, Filipina, dan Myanmar sudah ada di dalam daftar.

Langkah-langkah juga akan diambil untuk mencegah eksploitasi pekerja non-Jepang di bawah magang teknis, yang didasarkan pada status visa yang ada, karena pemerintah mengharapkan magang teknis untuk beralih ke status visa baru. Visa ‘keterampilan khusus kategori 1’ yang baru mencakup 14 jenis pekerjaan, termasuk perawatan, restoran, dan konstruksi.

Pemerintah memperkirakan hingga 60.000 orang akan menggunakan visa baru untuk mencari pekerjaan perawatan di Jepang dalam lima tahun pertama, menjadikannya kategori pekerjaan terbesar dalam hal jumlah pekerja asing. Pekerjaan di restoran kemungkinan akan menjadi yang berikutnya, dengan 53.000 pekerja asing diperkirakan akan dipekerjakan pada periode yang sama.

Pada bulan April 2019, pemerintah berencana untuk mulai melakukan ujian keterampilan bagi pelamar di industri perawatan, , dan restoran. Sementara, ujian untuk 11 jenis pekerjaan yang tersisa, akan dimulai pada akhir Maret 2020. Pemerintah sendiri memprediksi ada total 345.150 warga negara asing yang akan mencari pekerjaan menggunakan status visa baru.

Loading...