Imbas Islamophobia, Jatah Beasiswa & Magang ke Jepang Berkurang?

Para pekerja asal Indonesia yang magang di Jepang - steemkr.com

JAKARTA/TARAKAN – merupakan salah satu yang banyak disasar pelajar asal Indonesia untuk mendapatkan menempuh yang lebih tinggi. Namun, karena ada segelintir orang yang diklaim sebagai Islam garis keras atau radikal dan menciptakan ‘keonaran’, Jepang kabarnya mengurangi beasiswa belajar dan bekerja bagi Tanah Air.

“Walaupun tidak semua orang Jepang beranggapan bahwa umat itu fanatik, radikal, dan teroris, tetapi dampaknya sudah ada, yaitu dalam hal pengurangan beasiswa dan pekerja magang,” tulis pengguna Facebook, Dyah Hapsari, tanggal 13 Desember kemarin. “Sudah banyak pengurangan kuota pekerja magang yang sebelumnya banyak diambil dari Indonesia, namun sekarang dialihkan ke Vietnam secara besar-besaran.”

Ia menceritakan, dalam suatu kejadian akhir-akhir ini di Negeri Matahari Terbit, ada pekerja beragama Islam yang misalnya meminta waktu khusus untuk salat, minta disediakan tempat salat khusus, hingga minta disediakan waktu istirahat yang agak panjang ketika bulan Ramadan. Padahal, kebiasaan di Jepang adalah menghindari pilih kasih, tidak ada yang diistimewakan, dan semua status pekerja adalah sama.

“Orang Jepang sebenarnya menyukai kinerja pekerja Indonesia yang rajin dan teliti, dibandingkan dengan pekerja asing dari lainnya,” lanjut Dyah. “Tetapi, mereka mendatangkan pekerja asing untuk bekerja, bukan untuk ribet mengurusi dan kepercayaan para mereka. Belum lagi yang bertingkah Islam garis keras, diberikan kebebasan bersuara, malah ingin mengganti sistem.”

Menurut Dyah, kita tidak bisa menyalahkan sistem di Jepang, karena pemerintah di sana hanya ingin menjaga negaranya agar tidak kecolongan seperti negara-negara di Benua Eropa. Beberapa negara di Eropa mu menampung para pengungsi dari Timur Tengah, tetapi mereka malah dirampok dan dibom, jadi wajar saja jika mereka menjadi Islamophobia.

“Sedih ya, agama kita di mata mereka menjadi hal yang menakutkan dan nama Indonesia pun menjadi tercoreng,” sambung Dyah. “Gara-gara segelintir orang, kesempatan anak-anak pintar dan berprestasi menjadi hilang dalam hal mendapat beasiswa. Belum lagi jumlah pekerja magang dari Indonesia yang semakin berkurang.”

Sebenarnya, pemerintah Jepang rutin memberikan beasiswa belajar bagi pelajar asal Tanah Air setiap tahunnya. Pemerintah Negeri Sakura menawarkan beasiswa untuk anak-anak lulusan SMA/SMK, S1, maupun S2 sesuai dengan jenjang yang ditempuh. Lulusan SMA/SMK dapat melamar ke D2, D3, atau S1, sedangkan lulusan S1 dapat melanjutkan ke S2, begitu juga S2 yang dapat meneruskan ke S3.

“Semua ini diberikan oleh pemerintah Jepang secara gratis, baik biaya pendidikan, biaya tinggal, dan biaya hidup. Kalau untuk yang lulusan SMA itu, diberikan tiap tahun. Untuk tunjangan hidupnya, sebesar 117 ribu yen per bulan,” jelas Staf Konsulat Jenderal Jepang di Surabaya, Indah, dilansir Radar Kaltara. “Asuransi sudah ada, visa bebas, dan hanya tinggal saja.”

Loading...