Imbas Data Manufaktur Cina : Yuan Terdepresiasi, Rupiah Menyusul

Jakarta – Sentimen negatif enggan beranjak dari Rupiah. Mata uang garuda dibuka pada teritori negatif akibat terjatuh sejauh 21 poin (0,15%) di level Rp 13.963,5 per pada pembukaan perdagangan pagi ini (5/1). Dari pantauan , Rupiah mendaki ke level Rp 13.946 per AS pada pukul 08.30 WIB.

, Kepala Riset NH Korindo Securities menyatakan, sentimen negatif terbesar untuk Rupiah kali ini adalah pada potensi pelemahan mata uang . Selain itu, sentimen negatif dari Timur Tengah juga berkontribusi terhadap gejolak yang terjadi di , sehingga berimbas pada Rupiah.

“Tampaknya pelaku pasar harus kembali bersabar seiring belum adanya dorongan positif atas laju Rupiah sehingga masih menyimpan potensi pelemahan. Apalagi, nilai yuan juga masih dibayang-bayangi dengan pelemahan, maka tentu akan membawa imbas negatif pada Rupiah,” papar Reza dalam hasil risetnya yang diterima pagi ini (5/1).

Menurut Reza, melemahnya nilai tukar Yuan disebabkan oleh data Tiongkok yang menunjukkan hasil kurang memuaskan. Hal ini juga yang menuntun pada anjloknya mentah dunia dan sejumlah komoditas.

“Tentu saja kondisi ini akan menguntungkan laju USD yang dapat melanjutkan penguatannya,” terang Reza.

Reza memprediksi laju Rupiah sepanjang hari ini akan bergerak pada rentang level Rp 13.812 – 13.770/USD. Sebelumnya, mata uang Garuda ditutup 113 poin (0,82%) di level Rp 13.943/USD pada perdagangan Senin (4/1).

Loading...