Imbas Aksi Wait and See Investor, Rupiah Dibuka Melemah 24 Poin

Jakarta – Di awal pagi hari ini, Jumat (13/1), dibuka melemah 0,18 persen atau 24 poin ke Rp 13.305 per dolar AS. Sedangkan indeks dolar AS yang mengukur mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama terpantau naik 0,17 persen ke 101,52.

Kemarin, Kamis (12/1) rupiah berakhir menguat 38 poin atau 0,29 persen ke level Rp 13.281 per dolar AS usai diperdagangkan di rentang angka Rp 13.236 hingga Rp 13.310 per dolar AS.

Meski kemarin dolar AS sempat melemah pasca pidato pertama presiden terpilih AS Donald yang kurang memuaskan, ternyata pagi ini dolar berhasil mengembalikan kekuatannya dan menggerus posisi rupiah di spot exchange.

Seperti diketahui, pada saat konferensi pers Donald Trump sama sekali tak menyinggung terkait rencana kebijakan ekonominya ke depan. Selain itu, data initial jobless claims semalam juga tercatat mengalami kenaikan yang cukup tajam. Adanya pernyataan optimis beberapa pejabat tadi malam tentang rencana kebijakan fiskal Trump tetap tak mampu memberi dukungan pada dolar AS dan imbal hasil pun turun.

“Selain itu, dari global ada penjualan ritel AS ditunggu malam nanti, diperkirakan membaik,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta.

Para saat ini sedang menanti data penjualan ritel AS nanti malam yang akan menentukan posisi dolar AS di akhir pekan ini. Dari sisi , rupiah menanti dari debat cagub DKI Jakarta Jumat malam nanti serta rilis dan RDG BI pada pekan depan.

“Kebijakan fiskal yang lebih kredibel serta diresmikannya PP minerba mempertahankan dominasi positif dari domestik. Rupiah berpeluang melanjutkan penguatannya pada perdagangan hari ini,” tandas Rangga.

Loading...