Imbal Treasury AS Melonjak, Rupiah Makin Tenggelam

rupiah - m.akurat.corupiah - m.akurat.co

Peluang untuk bergerak ke zona hijau pada Kamis (4/10) sore praktis tertutup lantaran AS terus menguat, didorong kenaikan yang dialami imbal hasil Treasury. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda melemah hingga 104 poin atau 0,69% menuju level Rp15.179 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp15.133 per dolar AS, terdepresiasi 45 poin atau 0,29% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.088 per dolar AS. Di saat yang hampir bersamaan, mayoritas mata uang juga tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,86% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar global, indeks dolar AS terus bergerak menguat, mencapai level tertinggi 11 bulan terhadap yen Jepang, karena data AS yang memukau mendorong imbal hasil Treasury menembus posisi tertinggi sejak 2011. Mata uang Paman Sam terpantau 0,304 poin atau 0,32% menuju level 96,066 pada pukul 11.05 WIB, setelah kemarin sudah berakhir positif.

Diberitakan Reuters, imbal hasil Treasury AS yang lebih tinggi tidak menguntungkan bagi pasar negara berkembang karena mereka cenderung menarik dana asing, yang menekan mata uang lokal. di Asia jatuh dan imbal hasil jangka panjang Jepang mencapai level terendah sejak awal 2016 lalu, mengisyaratkan pengetatan pasar tidak dijamin kondisi ekonomi domestik.

Kenaikan yang dialami imbal hasil Treasury ini tidak lepas dari data terbaru yang menunjukkan bahwa US non-manufacturing PMI Index untuk bulan September 2018 mengalami ekspansi 61.60 dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di angka 58.50, sebagaimana dilaporkan Institute for Supply Management (ISM). Data tersebut sekaligus mengindikasikan bahwa sektor sedang mengalami pertumbuhan positif.

“Sebuah dinamika sederhana sedang dimainkan dalam ekonomi global saat ini, ketika AS sedang booming, sementara sebagian besar ekonomi dunia melambat atau bahkan mandek,” tutur ekonom HSBC, Kevin Logan. “Keputusan menaikkan suku bunga adalah untuk mencegah ekonomi AS dari overheating, membatasi opsi kebijakan negara-negara lainnya.”

Loading...