Imbal Hasil Obligasi Sokong Dolar, Rupiah Berakhir Melemah 0,43%

Rupiah - www.medanbisnisdaily.comRupiah - www.medanbisnisdaily.com

kembali harus terjerembab lebih dalam di level Rp14.000, setelah bergerak lebih kuat, disokong kenaikan yang dialami imbal hasil . Menurut Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengakhiri Rabu (16/5) ini dengan pelemahan sebesar 60 poin atau 0,43% ke level Rp14.097 per .

Sebelumnya, rupiah sudah ditutup anjlok 64 poin atau 0,46% di posisi Rp14.037 per dolar AS pada akhir Selasa (15/5) kemarin. Tren negatif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka melemah 33 poin atau 0,24% ke level Rp14.070 per dolar AS. Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak memiliki otot untuk keluar dari zona merah.

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.094 per dolar AS, terjun bebas 74 poin atau 0,52% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.020 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mata uang Asia bergerak mixed versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,50% menghampiri rupiah, sedangkan kenaikan tertinggi sebesar 0,33% dialami rupee India.

Dari pasar , indeks dolar AS melayang di dekat level tertinggi lima bulan terhadap sekelompok mata uang utama pada hari Rabu, karena lonjakan imbal hasil patokan 10-tahun di atas 3% menghidupkan kembali reli yang telah kehilangan tenaga pekan lalu. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,077 poin atau 0,08% ke level 93,296 pada pukul 11.04 WIB, setelah sebelumnya naik menuju 93,457 semalam, level tertinggi sejak 22 Desember.

Seperti diberitakan Reuters, penguatan dolar AS yang berlangsung pertengahan April sempat terhenti ketika data inflasi AS dilaporkan lebih rendah dari perkiraan. Namun, imbal hasil Treasury tenor 10-tahun telah melayang sekitar 3% sejak akhir bulan lalu, menyentuh angka 3,095%, di tengah kekhawatiran meningkatnya inflasi dan kesenjangan anggaran federal yang membengkak.

“Dolar AS memperoleh keuntungan, terutama terhadap euro, ketika imbal hasil Treasury lebih tinggi. Namun, terhadap yen Jepang, kenaikan greenback bisa terhenti jika dampak negatif dari obligasi yang lebih tinggi pada bursa saham berlangsung berkepanjangan,” ujar ahli strategi senior FX di IG Securities di Tokyo, Junichi Ishikawa. “Titik fokus berikutnya mencoba mencari tahu level imbal hasil yang bisa ditanggung ekuitas.”

Loading...