Imbal Hasil Obligasi AS Turun, Rupiah Malah Ditutup Melemah 11 Poin

Penurunan imbal hasil obligasi AS yang memperkecil untuk the ternyata gagal dimanfaatkan untuk bergerak menguat. Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.57 WIB, Garuda harus menutup sesi dagang Kamis (29/12) ini dengan melemah 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.471 per AS.

Pergerakan rupiah pada hari ini dibuka dengan pelemahan tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.464 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 9 poin atau 0,07% ke level Rp13.469 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.51 WIB, spot masih tertahan di zona merah usai turun 10 poin atau 0,07% ke Rp13.470 per dolar AS.

Sebenarnya, kinerja mata uang yen Jepang yang menguat serta penurunan imbal hasil obligasi AS sebesar 2 basis poin mampu memperkecil permintaan untuk greenback. Setelah dibuka turun 0,180 poin atau 0,17% ke 103,120, indeks dolar AS kembali melemah 0,410 poin atau 0,40% ke level102,890 pada pukul 13.00 WIB. Sementara itu, nilai tukar yen menguat 0,58 poin atau 0,49% ke 116,68 yen per dolar AS.

Sebelumnya, dolar AS telah naik sekitar 11% terhadap yen sejak Pemilu AS yang mengantarkan Donald Trump ke Gedung Putih. Namun, reli tersebut kemungkinan berlebihan mengingat indeks S&P 500 dan imbal hasil obligasi menunjukkan kenaikan pada pertengahan Desember ketika Federal Reserve menaikkan suku bunga acuan.

“Hampir tak seorang pun yang percaya bahwa Trump dapat mengimplementasikan segala yang telah dia janjikan,” ujar Analis Global di Sumitomo Mitsui Banking Group, Satoshi Okagawa. “Dalam beberapa hal, obligasi akan menyadari itu dan imbal hasil akan turun.”

Sayangnya, dari dalam negeri, hampir tidak ada katalis yang mampu mendukung pergerakan rupiah. Kemungkinan, rilis data domestik baru terjadi pada awal tahun 2017 mendatang. “Secara keseluruhan, rupiah memang masih berada di bawah tekanan,” kata Analyst and Research . Agus Chandra.

Sementara itu, Bank Indonesia menetapkan siang ini di level Rp13.473 per dolar AS, terdepresiasi 26 poin atau 0,19% dibandingkan kemarin di posisi Rp13.447 per dolar AS. Di saat yang sama, pergerakan mayoritas mata uang malah cenderung menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan dan baht Thailand masing-masing naik sebesar 0,19%.

Loading...