Imbal Hasil Katrol Dolar, Rupiah Lanjut Melemah di Selasa Sore

Rupiah - geotimes.co.idRupiah - geotimes.co.id

Peluang untuk menguat sepanjang Selasa (24/7) ini praktis tertutup karena indeks AS terus bergerak lebih tinggi didukung oleh kenaikan imbal hasil Treasury dan ekspektasi kenaikan The Fed. Menurut Index pukul 15.35 WIB, Garuda terpantau melemah 63 poin atau 0,43% menuju level Rp14.545 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat berakhir naik 13 poin atau 0,09% di posisi Rp14.482 per dolar AS pada tutup dagang Senin (23/7) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang NKRI harus berbalik melemah 66 poin atau 0,44% ke level Rp14.546 per dolar AS ketika membuka . Sepanjang hari ini, spot tidak memiliki otot untuk keluar dari area merah.

Dari pasar , keperkasaan indeks dolar AS terus berlanjut pada hari Selasa, karena didukung kenaikan imbal hasil Treasury dan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed, meski dengan penguatan yang cukup terbatas. Mata uang Paman Sam terpantau menguat tipis 0,034 poin atau 0,04% ke level 94,666 pada pukul 11.07 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, imbal hasil Treasury AS 10-tahun yang melonjak ke level tertinggi dalam lima minggu telah memberikan dukungan besar terhadap greenback di perdagangan Senin kemarin. Lonjakan imbal hasil AS datang meski ada kritik dari Presiden AS, Donald Trump, tentang dampak kekuatan greenback dan kenaikan suku bunga The Fed terhadap ekonomi negara.

“Perekonomian AS saat ini secara keseluruhan berada dalam keadaan yang sangat sehat, sehingga tidak bisa dibayangkan Federal Reserve akan berhenti menaikkan suku bunga,” tutur kepala strategi mata uang di Daiwa Securities, Mitsuo Imaizumi. “Meski demikian, menjelang akhir bulan, eksportir Jepang akan antre untuk pesanan penjualan greenback, dan penjualan akan meningkat jika dolar AS naik ke level sekitar 112 yen.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi menetapkan kurs tengah berada di level Rp14.541 per dolar AS, terdepresiasi 87 poin atau 0,60% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp14.454 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia takluk versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,46% dialami rupiah.

Loading...