Imbal Hasil AS Sentuh Level Tertinggi, Rupiah Ditutup Melemah

Rupiah Melemah

Imbal hasil Treasury yang menyentuh level tertinggi dalam 3,5 tahun mengatrol nilai tukar dolar yang sebelumnya drop akibat government shutdown, sehingga memupus peluang untuk menguat. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus mengakhiri perdagangan Senin (22/1) ini dengan pelemahan sebesar 34 poin atau 0,26% ke level Rp13.350 per .

Sebelumnya, rupiah sebenarnya ditutup menguat 31 poin atau 0,23% di posisi Rp13.316 per dolar AS pada perdagangan akhir pekan (19/1) kemarin. Namun, pagi tadi mata uang NKRI berbalik melemah 12 poin atau 0,09% ke level Rp13.328 per dolar AS ketika membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot praktis tidak mampu keluar dari zona merah, mulai awal hingga akhir dagang.

Dari pasar global, indeks dolar AS kembali bergerak naik pada hari Senin setelah sempat tergelincir, berkat dukungan imbal hasil Treasury yang lebih tinggi, sementara cenderung wait and see menyikapi penutupan AS. Mata uang Paman Sam tersebut terpantau menguat tipis 0,028 poin atau 0,03% menuju level 90,600 pada pukul 09.46 WIB, setelah sebelumnya dibuka turun 0,132 poin atau 0,15% di posisi 90,440.

Reuters memberitakan, penutupan pemerintahan AS atau government shutdown terjadi mulai Jumat malam setelah Partai Demokrat dan Partai Republik tidak menemui kata sepakat dalam pembahasan anggaran pemerintah federal hingga batas waktu yang ditentukan. Pelayanan pemerintahan AS pun tutup lantaran tidak adanya anggaran untuk menjalankan operasional.

Untuk memecahkan kebuntuan, para pemimpin dari Partai Republik dan Demokrat di Senat AS pun mengadakan pembicaraan pada hari Minggu (21/1) kemarin. Senat tersebut diperkirakan akan memberikan suara pada pukul 06.00 GMT mengenai apakah akan melakukan tindakan untuk mendanai pemerintah tersebut sampai batas waktu 8 Februari mendatang.

“Pelemahan yang dialami dolar AS tampaknya terbatas ketika pasar memiliki waktu untuk mencermati government shutdown di AS, dan ketegangan ini diperkirakan tidak akan berlangsung lama,” tutur pakar strategi senior di Barclays di Tokyo, Shin Kadota. “Namun, jika hal ini berkepanjangan hingga beberapa minggu, maka bisa memunculkan kekhawatiran mengenai dampak negatif terhadap perekonomian AS.”

Untungnya, dolar AS menerima beberapa dukungan dari imbal hasil Treasury 10-tahun yang lebih tinggi. Imbal hasil pemerintah AS tersebut memperpanjang kenaikan pada hari Jumat di posisi 2,672%, atau level tertinggi dalam tiga setengah tahun. “Korelasi terbalik telah berlangsung selama beberapa waktu antara imbal hasil Treasury dan dolar AS, namun ada tanda-tanda bahwa terputusnya keduanya mulai berbalik arah,” kata Presiden FPG Securities, Koji Fukaya.

Loading...