IHSG Anjlok di Sesi II Perdagangan, Laju Rupiah Tertahan

Jakarta ditutup dengan penguatan tipis pada akhir perdagangan Senin (11/4). Berdasar dari laman Bloomberg, mata uang Garuda menutup posisinya 10 poin lebih tinggi dari penutupan di hari sebelumnya. Kali ini terapresiasi 0,08% hingga terhenti di level Rp 13.134/USD.

Prediksi dari Samuel Sekuritas , Rupiah akan terhadap AS pada perdagangan hari ini. Fokus investor pada reshuffle kabinet yang kemungkinan akan terjadi dalam waktu dekat memberi angin segar untuk Rupiah. Di samping itu, yang meningkat membuka peluang lebih lebar bagi penguatan Rupiah, karena mengindikasikan peluang BI Rate untuk kembali dipangkas.

“Hari ini peluang Rupiah menguat juga besar, melihat harga minyak yang tajam serta dolar indeks yang semakin terpuruk,” ujar Rangga Cipta, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia dalam risetnya (11/4).

Pernyataan ini diperkuat dengan situasi di Rapat FOMC yang mengindikasikan dovish. Kenyataan ini seketika melemahkan laju Dolar AS di spot.

“Kondisi tersebut tentu saja menguntungkan Rupiah sehingga mampu kembali naik. Di akhir pekan, laju rupiah mampu melanjutkan penguatannya,” ucap Kepala Riset NH Securities Indonesia (NHKSI) Reza Priyambada.

Ada benarnya, laju Rupiah langsung naik 14 poin ketika perdagangan sesi pertama dibuka, pagi ini. Laju Rupiah tampak prima pada sesi I perdagangan, dibarengi dengan mayoritas mata uang Tenggara yang juga menguat. Mengakhiri sesi I perdagangan, Rupiah berhasil terangkat 39 poin ke level 13.105 per Dolar AS.

Namun, anjloknya IHSG pada sesi II perdagangan membuat langkah Rupiah sedikit berat. Tercatat pukul 13.41 WIB, Rupiah kembali mundur ke level Rp 13.139/USD. Rupiah tak banyak melakukan perlawanan hingga akhirnya ditutup pada posisi Rp 13.134/USD.

Loading...