IHK AS Naik, Rupiah Berakhir Negatif Jelang Putusan RDG-BI

Rupiah harus menutup Kamis (16/11) ini di zona merah setelah indeks AS bergerak menguat, ditopang laporan Paman Sam terbaru yang cukup positif. Menurut catatan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri dengan pelemahan tipis sebesar 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.539 per AS.

Sebelumnya, rupiah sempat ditutup menguat 16 poin atau 0,12% di posisi Rp13.535 per dolar AS pada akhir perdagangan Rabu (15/11) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang NKRI harus berbalik terdepresiasi 11 poin atau 0,08% ke level Rp13.546 per dolar AS ketika membuka . Sepanjang transaksi hari ini, spot bergulir di kisaran Rp13.530 hingga Rp13.552 per dolar AS.

Dari pasar global, indeks dolar AS bergerak menguat terhadap sejumlah mata uang utama dunia, ditopang oleh laporan ekonomi terbaru Paman Sam yang cukup positif. Pada akhir perdagangan Rabu atau Kamis pagi WIB, terpantau naik versus euro, pound sterling Inggris, dolar Australia, yen Jepang, dan dolar Kanada, serta hanya ‘kalah’ dari franc Swiss.

Departemen AS kemarin mengumumkan bahwa Indeks Harga Konsumen (IHK) negara tersebut naik tipis 0,1% pada bulan Oktober 2017, setelah mengalami lonjakan 0,5% di bulan sebelumnya. Sementara, kenaikan IHK secara tahun ke tahun (year-on-year) turun menjadi 2,0% dari level 2,2% di bulan September 2017, yang sejalan dengan ekspektasi pasar.

Saat ini, pelaku pasar domestik sedang menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG-BI), yang salah satu agendanya adalah pengumuman tingkat suku bunga acuan atau BI 7-day Reverse Repo Rate. Sejumlah ekonom memprediksi bahwa masih akan mempertahankan suku bunga acuan mereka, mengingat perubahan suku bunga akan memengaruhi stabilitas pasar keuangan.

“Bank Indonesia masih akan menahan suku bunga acuan di level sekarang, karena perubahan bisa memengaruhi stabilitas pasar keuangan,” kata Kepala Riset BNI Sekuritas, Norico Gaman. “Kalau probabilitas kenaikan suku bunga The Fed semakin besar, maka Bank Indonesia diperkirakan akan menahan suku bunga acuan mereka agar stabilitas pasar keuangan tetap terjaga.”

Mengutip CME FedWatch, probabilitas kenaikan suku bunga acuan untuk pertemuan tanggal 13 Desember 2017 mendatang tercatat sebesar 96,7%. Adapun saat ini, suku bunga acuan The Fed alias Fed Fund Rate berada di level 1%-1,25%. Sementara itu, suku bunga acuan BI atau BI 7-day Reverse Repo Rate kini ada di posisi 4,25%.

Loading...