Identik Dengan Pendidikan Mahal, Berapa Biaya Kuliah Kedokteran di Universitas Atmajaya?

Biaya, kuliah, fakultas, kedokteran, universitas, katolik, Indonesia, Atmajaya, kelompok, A, B, C, mahal, pemerintah, dokter, IDI, ikatan, jurusan, KKI, tahun, ajaran, 2018, atma jayaIlustrasi: Dosen menjelaskan anatomi tulang manusia

Memilih untuk melanjutkan di tentunya harus mempertimbangkan berbagai aspek terutama untuk prospek masa depan. Sama halnya dengan jurusan , setiap orang tentunya memiliki alasan tersendiri dalam memutuskan untuk di .

Dari sekian banyak yang dikelola Katolik Indonesia Atmajaya, salah satu yang banyak diminati adalah Kedokteran. Kedokteran Atma Jaya memiliki sejarah yang sangat panjang dalam masa pendiriannya. ini sendiri resmi dibuka pada tanggal 27 Desember 1967.

Kuliah jurusan Kedokteran memang identik dengan biayanya yang mahal. Demikian halnya dengan yang dibanderol oleh Kedokteran Universitas Atma Jaya. Kisaran total pada tahun ajaran 2018/2019 yang harus dibayarkan untuk kelompok A sebesar Rp513.175.000, sedangkan untuk kelompok B sebesar Rp543.175.000, dan untuk kelompok C semakin tinggi mencapai Rp573.175.000.

Mahalnya biaya pendidikan kedokteran memang bukan tanpa alasan. Salah satu penyebabnya, tak lain adalah aturan di dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2013 tentang Pendidikan Kedokteran (UUPK), yakni pada pasal pembiayaan pendidikan. Pada UUPK tersebut tersirat mahalnya biaya pendidikan, sebab tidak ada batasan besaran biaya pendidikan.

Oleh sebab itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) sempat membuat petisi kepada Presiden Joko Widodo dan Badan Legislasi DPR. IDI meminta Presiden Jokowi melakukan amandemen UUPK yang dituding menjadi sumber mahalnya kuliah kedokteran.

Kepala Badan Data dan PB IDI, Andi Khomeini Takdir Haruni mengatakan, masyarakat mulai mengeluhkan pendidikan kedokteran yang semakin mahal. Wajar jika kuliah kedokteran kemudian sering dibilang hanya diperuntukkan bagi kalangan orang-orang berduit. “Kuliah di FK memiliki image makin mahal,” ucapnya, dilansir dari Tirto.

Ia menambahkan, wajar jika masyarakat semakin merasa berjarak dengan profesi dokter. Padahal menurutnya, profesi dokter seharusnya bisa dekat dengan berbagai kalangan. “Yang masyarakat alami sekarang seperti itu, pendidikan kedokteran hanya untuk kaum elit,” pungkasnya.

Sebenarnya, polemik mahalnya biaya pendidikan Kedokteran dan masalah lulusan Kedokteran pernah mencuat pada 2010. Saat itu, Komisi IX DPR menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak terkait untuk membahas masalah pendidikan Kedokteran.

Pada RDP itu, Konsil Kedokteran Indonesia (KKI) menyinggung soal mahalnya biaya pendidikan kedokteran. KKI menyarankan pemerintah dan kolegium kedokteran serta institusi terkait dengan pendidikan kedokteran, dapat mengupayakan penurunan biaya pendidikan pada fakultas kedokteran. KKI juga mendorong Dirjen Dikti dan institusi kedokteran agar membuka kesempatan bagi para siswa dan siswi yang mampu secara , namun memiliki keterbatasan biaya menempuh pendidikan kedokteran.

“Membuka seluas-luasnya bagi putra-putri daerah yang mempunyai minat dan kemampuan, namun mempunyai keterbatasan ekonomi untuk dapat mengikuti -program pendidikan di Fakultas Kedokteran,” begitu kutipan pendapat Konsil Kedokteran.

Menurut data yang dimiliki KKI, per 9 Mei 2016, jumlah dokter di Indonesia mencapai 110.720 orang. Artinya, satu dokter melayani 2.270 penduduk. Pemerintah sendiri telah menetapkan beban kerja ideal dokter, yakni satu dokter untuk melayani 2.500 penduduk. Rasio tersebut dihitung berdasarkan jumlah penduduk dengan asumsi sebanyak 20 persen sakit, luas wilayah, beban kerja dan waktu layanan.

Loading...