Hits dan Instagramable, Ini Tempat Nongkrong Outdoor di Jakarta

Gordi HQ yang berada di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan - journal.sociolla.com

JAKARTA – Jakarta mungkin tidak dibekali dengan pemandangan yang menawan. Namun, kota terbesar di Indonesia ini masih cocok dijadikan lokasi berwisata berkat adanya tempat-tempat keren yang bisa dijadikan lokasi nongkrong bersama sahabat maupun rekan kerja. Bahkan, banyak spot nongkrong tersebut yang menawarkan outdoor dengan ruang terbuka hijau.

Nongkrong memang tidak bisa dilepaskan dari café dan . Nah, salah satu café hits di Jakarta yang mengusung konsep outdoor adalah Twin House Coffee & Kitchen. Berlokasi di Cipete, Jakarta Selatan, tempat ini menawarkan suasana yang homey, bak rumah bergaya shabby chic, lengkap dengan taman belakang yang cocok untuk tempat kumpul bareng keluarga.

“Di area outdoor-nya, telah tersedia berbagai peralatan piknik, mulai dari alas berwarna-warni hingga bean bag,” ulas IDN Times. “Kumpul bareng sambil menikmati semilir angin di bawah pohon, akan membuat hari Anda semakin sempurna.”

Tempat nongkrong outdoor lainnya yang mengusung konsep piknik adalah Gordi HQ. Berada di kawasan Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Gordi HQ bisa dikatakan sebagai rumah bagi para pencinta kopi, baik individual maupun komunitas. Anda dan sahabat bisa menikmati kopi di area outdoor dengan beralaskan tikar, atau di dalam ruangan (indoor) dengan AC.

Alternatif lainnya adalah Paradigma , yang berada di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Di tempat ini, Anda bisa memilih spot di bagian pinggir dengan kursi yang dibuat dari semen, bagian depan dengan konsep lesehan, atau di bagian tengah dengan kursi yang terbuat dari material kayu. Mengusung konsep ruang terbuka hijau, tidak butuh waktu lama bagi Paradigma Café untuk dikenal di seantero Jakarta.

“Kami sengaja mengusung konsep yang unik ini di tengah ramainya di Jakarta. Anda tidak akan menemukan pintu di kafe ini, karena sengaja dibiarkan terbuka,” kata Marketing Communication Paradigma Kafe, Garry. “Kalau dari segi arsitektur gayanya, lebih ke industrial, namun dengan 100 persen lokal.”

Loading...