Hindari Tarif Impor, Harley-Davidson Geser Produksi Motor ke Thailand dan Eropa

Harley-Davidson - nwharley.comHarley-Davidson - nwharley.com

NEW YORK – Perang dagang antara AS dan China mulai berdampak negatif pada perusahaan-perusahaan . Harley-Davidson pada Selasa (23/4) kemarin menuturkan bahwa pihaknya berencana untuk memindahkan dari AS ke Thailand pada tahun ini untuk menghindari China yang dikenakan pada impor kendaraan asal Negeri Paman Sam.

Dilansir Nikkei, selain itu, salah satu produsen kenamaan tersebut juga akan mengalihkan beberapa ke Eropa setelah tarif serupa dipungut oleh Uni Eropa pada sepeda motor AS. Perusahaan sendiri mengatakan bahwa tarif yang lebih tinggi meningkatkan sekitar 21 juta untuk kuartal Januari-Maret 2019, dan mungkin akan meningkat mencapai 120 juta untuk setahun penuh.

“Kami berencana untuk memasok sepeda motor ke China dari Thailand pada akhir tahun ini,” kata CEO Harley-Davidson, Matthew Levatich. “Harley-Davidson juga berencana untuk memproduksi (motor) di Eropa jika blok tersebut menaikkan tarif. Kawasan itu selalu menjadi pilihan karena kami melihat bagaimana mengurangi tarif pembalasan Uni Eropa.”

Perusahaan tidak mengungkapkan penjualannya untuk China, tetapi menjual 6.074 unit kendaraan di seluruh wilayah Asia-Pasifik, termasuk Negeri Panda, selama kuartal pertama, atau 12 persen dari penjualan global. Sebelumnya, hampir semua Harley-Davidson ke wilayah tersebut berasal dari AS dengan pengecualian India, karena perusahaan memiliki pabrik di sana. Kemudian, fasilitas baru didirikan di Thailand pada tahun lalu untuk memproduksi kendaraan bagi negara lain di wilayah tersebut.

Sebelumnya, pada Juni tahun kemarin, Harley-Davidson sudah sempat mengutarakan rencana mereka untuk menggeser produksi sepeda motor untuk pasar Eropa ke fasilitas di luar AS guna menghindari tarif perdagangan yang bisa melumpuhkan. Seperti diketahui, Uni Eropa memberlakukan 25 persen tambahan bea masuk untuk sepeda motor asal AS pada bulan Juni 2018. China lalu mengikutinya pada bulan Agustus.

Langkah Harley-Davidson ini lantas ini memicu reaksi keras dari Presiden AS, Donald Trump, yang menuduh perusahaan tersebut menggunakan tarif sebagai alasan untuk memindahkan operasi ke luar negeri. Namun, di sisi lain, ia juga mengecam kebijakan Uni Eropa yang diklaim membuat laba perusahaan ini turun tajam hingga 27 persen di triwulan pertama 2019. “Sangat tidak adil bagi AS. Kami akan membalasnya!” cuit Trump di Twitter.

Loading...