Hati-Hati, Perfeksionis Bisa Picu Kecemasan!

Di dunia ini memang tidak ada yang sempurna. Tetapi masih banyak orang yang berjuang untuk menjadi sempurna dan hal inilah yang dapat memicu .

bisa menjadi sebuah atau menjadi batu sandungan, tergantung bagaimana menyalurkannya. “Inti dari semua adalah niat untuk melakukan sesuatu dengan baik,” ujar psikolog klinis, Dr Jeff Szymanski dari Harvard Medical School.

“Jika Anda dapat menjaga mata pada niat dan hasil yang diinginkan, menyesuaikan bila diperlukan, maka Anda akan baik-baik saja. Tetapi ketika Anda tidak bisa mentolerir kesalahan dan saat Anda adalah untuk tidak membuat kesalahan, saat itulah perfeksionisme mulai berbelok ke arah yang salah. Dalam bentuk yang paling parah, perfeksionisme bisa membuat Anda tidak dapat menyelesaikan tugas apapun karena takut membuat kesalahan,” jelas Dr Szymanski.

Untuk membantu seseorang memprioritaskan dan kegiatan yang paling berarti dan memerlukan strategi, Dr Szymanski membagikan beberapa seperti penggunaan huruf ‘ABCF’ untuk membantu mengurutkan mana yang hendak didahulukan.

Huruf A untuk prioritas pertama, B untuk di atas rata-rata, C rata-rata, dan F adalah sesuatu yang akan Anda lepaskan. Sebagai contoh, kategori A disediakan untuk hal yang paling penting bagi seseorang. Misalnya saja jika karier merupakan hal yang terpenting, maka tujuan untuk mencapainya adalah dengan menunjukkan kinerja yang maksimal, memastikan klien senang, memenuhi target dari atasan, dan sebagainya.

Sedangkan untuk kategori B adalah sesuatu yang berkaitan dengan atau keinginan, seperti ingin mempelajari bahasa baru. Seseorang mungkin ingin menikmati kegiatan tersebut, namun tidak memiliki rencana untuk terlalu menguasainya.

Kemudian kategori C (usaha rata-rata) contohnya menjaga kebersihan rumah. Meski terlihat sepele, usaha ini juga termasuk hal yang penting untuk menciptakan suasana yang nyaman walaupun tidak dikerjakan setiap hari.

Kategori F berisi kegiatan-kegiatan pengisi waktu luang yang tidak akan memajukan nilai dalam diri Anda atau membawa kesenangan. Misalnya saja mengatur gantungan baju, melipat pakaian dengan cara tertentu, dan semacamnya. Hal-hal seperti ini tidak terlalu berpengaruh dan layak untuk dipangkas.

Loading...