Hasilkan Jutaan Warna, Berapa Harga Mesin Tinting Cat Tembok?

Mesin Tinting Cat Tembok - (Youtube: ardiantoyugo com)Mesin Tinting Cat Tembok - (Youtube: ardiantoyugo com)

JAKARTA – Untuk mereka yang bosan dengan cat tembok yang itu-itu saja, mungkin bisa melirik tinting. Ini adalah perkakas yang berguna menghasilkan warna cat yang bisa disesuaikan dengan keinginan. Di sendiri, sudah banyak yang merilis mesin ini, dengan yang memang tidak bisa dikatakan murah.

Salah satu produsen yang saat ini tengah menggenjot mesin tinting adalah PT Nippon Paint . Penjualan mesin tinting tersebut kebanyakan ditujukan untuk distributor. Pasalnya, distributor cat dinilai harus memiliki mesin ini, sehingga tidak perlu lagi menyediakan pilihan warna. “Jadi, mereka bisa menghemat ruang gudang,” papar CEO Nippon Paint , Jon Tan, dilansir Kontan.

Pada tahun 2016 kemarin, Nippon Paint Indonesia baru saja menghadirkan CCPro (Colour Creations Professional) Series untuk pasaran Indonesia. Mesin ini sendiri meluncur untuk melengkapi varian CCM (Colour Creations Machine), sebuah mesin tinting untuk cat dekoratif interior dan eksterior. Mesin tersebut diklaim sebagai revolusi dalam industri cat dan pelapis yang dapat memberikan solusi total pengecatan.

“Kebutuhan masyarakat akan cat dan pelapis senantiasa semakin kompleks dari waktu ke waktu,” sambung Jon. “Nah, kami berupaya agar setiap dari Nippon Paint dapat menjawab tantangan tersebut. CCPro Series adalah kelanjutan CCM, dengan kedua mesin mampu menghasilkan ribuan warna untuk berbagai produk cat, sehingga dapat memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat luas dengan mudah, cepat, dan akurat.”

Di pasaran dalam negeri, mesin tinting keluaran Nippon Paint tersebut ditawarkan dengan harga berkisar Rp150 jutaan untuk produk baru. Sementara, jika Anda hanya memiliki anggaran terbatas, bisa membeli produk bekas mesin tinting dengan harga Rp40 jutaan hingga Rp50 jutaan untuk merek Solo Prima varian otomatis.

Sekadar informasi, mesin tinting sendiri dapat dibedakan setidaknya menjadi dua jenis, yaitu otomatis dan manual. Untuk model otomatis, sistem pewarnaan sudah terkomputerisasi secara langsung (terintegrasi), sehingga pengguna hanya perlu memilih formulasi warna di komputer. Sementara, untuk model manual, sistem pewarnaan dilakukan secara manual oleh operator mesin, dengan cara mencocokkan formula pada komputer dengan kode-kode yang ada pada mesin.

Loading...