Hasil Rilis Data Ekonomi AS Merosot, 7 Mata Uang Asia Menguat

dolar-rupiahMayoritas Negara Asia ditransaksikan menguat terhadap Amerika mengawali sesi pekan ini. Tercatat hanya 3 dari 11 mata uang Asia yang melemah di sesi (6/4), yakni Yen jepang, Dolar , dan Dolar Taiwan. Sedangkan Dolar Hongkong berada di posisi stagnan.

sendiri ditransaksikan menguat 88 basis poin dari posisi terakhir minggu lalu menjadi Rp 12.932 per . Rangga Cipta, Ekonom dari Samuel Sekuritas, mengatakan bahwa Dolar Amerika masih cenderung melemah setelah data tenaga kerja non-pertanian serta impor Amerika Serikat yang dirilis menunjukkan perlambatan pada bulan Maret lalu. “Jika data Amerika Serikat yang melambat terus berlanjut dalam beberapa minggu ke depan, maka momentum Rupiah untuk menguat dan bertahan di bawah Rp 13.000 per Dolar masih cukup terbuka,” ujarnya. Meski demikian, Rangga mengatakan bahwa Dolar masih memiliki potensi menguat lagi seiring dengan meningkatnya ekspektasi terkait rencana kenaikan oleh Federal Reserve tahun ini.

Reza Priyambada, Kepala Riset NH Korindo Securities Indonesia, menambahkan bahwa penguatan Rupiah juga didukung oleh adanya pergerakan mata uang Asia yang berada di lajur sentiment positif. “Masih adanya kecenderungan pelemahan Dolar di sisi eksternal dapat memberikan kesempatan bagi Rupiah untuk melanjutkan penguatannya,” kata Reza. “Pekan ini pergerakan Rupiah akan dipengaruhi oleh rilis data tenaga kerja Amerika Serikat,” tambahnya.

Loading...