Hasil Rapat ECB Lemahkan Rupiah di Awal Dagang

Jakarta 64 poin atau 0,48 persen ke Rp 13.351 per AS di awal perdagangan pagi hari ini, Jumat (9/12). Sedangkan kemarin mata uang Garuda ditutup menguat 0,35 persen atau 46 poin ke Rp 13.287 per AS.

Rupiah melemah seiring dengan keputusan bank sentral Eropa () yang memangkas pembelian dan akan mulai memberlakukannya pada April 2017 mendatang. Keputusan untuk memotong pembelian aset bulanan telah memicu kenaikan imbal hasil obligasi dan mendorong saham perbankan.

“ECB hari ini mengumumkan bahwa mereka akan mulai mengurangi pembelian aset, yang menandakan bahwa ECB mencapai batas yang dapat dilakukan di bawah pembelian obligasi,” ujar Craig Erlam, analis OANDA.

ECB mengumumkan bakal memotong pembelian aset menjadi 60 miliar euro mulai April 2017 depan dari 80 miliar euro. Tetapi ECB berjanji akan memberi stimulus lanjutan demi memulihkan kondisi ekonomi.

Sementara itu, pada pagi hari ini indeks dolar AS ditutup menguat 0,87 persen atau 0,87 poin ke posisi 101,10. dipastikan bakal menaikkan suku bunga acuannya untuk pertama kali tahun ini dalam FOMC Meeting pekan depan.

Para pelaku sedang mengantisipasi seberapa besar suku bunga yang dinaikkan Fed pada tahun 2017 mendatang usai kemenangan Donald Trump dalam pilpres AS. “Dalam pertemuan terakhir, ada tujuh pejabat the Fed yang memperkirakan tiga atau lebih kenaikan tahun depan,” kata Vassili Serebriakov, analis mata uang Credit Agricole.

“Namun, mereka juga menyadari bahwa kenaikan suku bunga memiliki dampak negatif dan mungkin menekan pada pasar perumahan dan otomotif, jadi saya pikir mereka akan berhati-hati untuk tidak mendorong hal tersebut,” imbuh Englander.

Loading...