Hasil Quick Count Pilkada DKI Menangkan Anies-Sandi, Rupiah Berakhir Melemah

harus berakhir di zona merah pada Rabu (19/4) ini di tengah penantian atas hasil quick count Pilkada DKI putaran kedua. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda mengakhiri sesi dagang hari ini dengan pelemahan sebesar 21 poin atau 0,16% ke level Rp13.319 per .

Rupiah sebenarnya mengawali dengan naik tipis 4 poin atau 0,03% ke posisi Rp13.294 per AS. Namun, setelah istirahat siang atau pukul 13.49 WIB, mata uang Garuda berbalik 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.299 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.42 WIB, spot masih tertahan di zona merah setelah 25 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.323 per dolar AS.

Hasil quick count Pilkada DKI Jakarta putaran kedua, hingga berita ini dimuat, menunjukkan untuk sementara pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno unggul atas pasangan Ahok-Djarot. Menurut laporan Litbang Kompas pukul 15.15 WIB, dari 77% suara yang sudah masuk, pasangan nomor urut tiga tersebut meraup 57,42% suara, unggul jauh dari kompetitor yang meraih 42,51% suara.

Sementara, survei yang dilakukan Pollmark menyebutkan Anies-Sandi meraih 56,82% suara, sedangkan Ahok-Djarot meraih 43,18% suara. Data tersebut diperkuat juga dengan hasil hitung cepat dari Charta Politika yang menunjukkan keunggulan pasangan Anies-Sandi mencapai 59% berbanding 41%, dari 75,25% populasi yang dijadikan sampel suara.

“Hasil hitung cepat tersebut tidak akan banyak berubah, dan hampir dipastikan Anies-Sandi bakal memimpin DKI Jakarta mulai Oktober mendatang,” kata Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Budiman Tanuredjo. “Tanpa bermaksud mendahului KPU, kita bisa ucapkan selamat kepada Anies-Sandi yang telah mampu meraih simpati publik DKI.”

Dari pasar , indeks dolar AS meluncur ke level 99,499, melemah 0,791 poin atau 0,79% pada akhir dagang kemarin seiring melonjaknya kinerja mata uang pound sterling setelah Perdana Menteri Inggris, Theresa May, secara mengejutkan mengumumkan pemilihan umum dini. Meski demikian, indeks dolar AS mampu rebound pada perdagangan pagi ini sebesar 0,024 poin atau 0,02% ke posisi 99,523 pada pukul 07.35 WIB.

Reli pound sterling didorong oleh langkah May yang menginginkan percepatan pemilihan umum parlemen pada tanggal 8 Juni mendatang. Meski enggan menyelenggarakan percepatan pemilihan umum, Selasa (18/4) kemarin May menegaskan bahwa Inggris memerlukan stabilitas selama negosiasi Brexit. “Pasar melihat hal tersebut sebagai sesuatu yang menciptakan prospek politik lebih stabil, yang dipandang sebagai hal positif,” ujar FX Strategis Credit Suisse, Alvise Marino.

Loading...