Hari Sumpah Pemuda, Rupiah Lanjut Menguat

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (28/10) - www.genpi.co

JAKARTA – masih menunjukkan taji ketika membuka Senin (28/10) ini, yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Menurut paparan Bloomberg Index, Garuda mengawali transaksi dengan menguat 13 poin atau 0,09% ke level Rp14.025 per . Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 21 poin atau 0,15% di posisi Rp14.038 per pada akhir pekan (25/10) kemarin.

“Rupiah menguat karena terpengaruh penurunan suku bunga acuan. Penurunan menandakan bahwa Bank Indonesia optimistis pada pertumbuhan ekonomi ke depan,” ujar ekonom Perfindo, Fikri C. Permana, seperti dilansir Kontan. “Pada perdagangan hari ini, rupiah akan menguat terbatas pada rentang Rp13.980 hingga Rp14.080 per AS.”

Sementara itu, analis Valbury Futures, Lukman Leong, menambahkan, rupiah menguat karena dolar AS tertekan akibat ekspektasi penurunan Federal Fund Rate (FFR) atau suku bunga di pekan ini. Suku bunga yang turun akan menambah kepercayaan sehingga menambah otot rupiah. “Rupiah kemungkinan menguat pada kisaran Rp14.000 hingga Rp14.075 per dolar AS,” papar Lukman.

Hal senada diungkapkan Direktur PT Garuda Berjangka, Ibrahim, yang mengatakan bahwa rupiah kemungkinan masih bisa menguat pada hari ini kendati terbatas, terutama berkat intervensi Bank Indonesia. Dalam perkiraan Ibrahim, rupiah bakal bergerak pada kisaran Rp14.015 hingga Rp14.065 per dolar AS.

Meski didominasi sentimen internal, namun iso global masih akan membayangi pergerakan kurs rupiah dan mata uang di Asia lainnya. Salah satunya terkait dengan kesepakatan Brexit. Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan bahwa anggota parlemen harus mendukung pemilihan umum awal 12 Desember untuk mendapatkan lebih banyak waktu guna meneliti kesepakatan Brexit, sehingga menciptakan lebih banyak ketidakpastian seputar proses keberangkatan negara.

Selanjutnya, meningkatkan ekspektasi bahwa (The Fed) akan memangkas biaya pinjaman untuk ketiga kalinya tahun ini lebih jauh. Di sisi lain, Presiden AS, , telah mendorong penurunan suku bunga lebih banyak lagi, menunjuk pada penurunan suku bunga di bank sentral lain di seluruh dunia.

Loading...