Hari Pertama Puasa, Rupiah Mampu Rebound di Akhir Transaksi

Rupiah - www.kabarin.coRupiah - www.kabarin.co

JAKARTA – Sekali lagi, rupiah mampu membalikkan pada perdagangan Jumat (24/4) sore, tepat di hari pertama bulan suci Ramadan, mengabaikan kenaikan yang dialami lantaran komoditas masih cenderung bergerak turun. Menurut catatan Bloomberg Index pada pukul 15.55 WIB, Garuda ditutup menguat 15 poin atau 10 poin ke level Rp15.400 per AS.

Sementara itu, Bank Indonesia hari ini menetapkan atau kurs referensi Jakarta Interbank Spot Rate (JISDOR) di posisi Rp15.553 per dolar AS, menguat 77 poin atau 0,49% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.630 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang harus terbenam di zona merah, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,61% menghampiri rupiah.

“Dalam perdagangan hari ini, rupiah masih akan dan cenderung menguat,” ujar Head of Economics Research Pefindo, Fikri C. Permana. “Hal ini didorong oleh masih tertekannya greenback usai parlemen AS menyetujui paket stimulus sebesar 500 miliar dolar AS dan sentimen dari minyak mentah dunia.”

Dari , indeks dolar AS sebenarnya menuju minggu terbaik sejak awal April pada hari Jumat, karena harga minyak yang sempat jatuh masih membebani mata uang komoditas dan pembagian atas dana darurat Eropa menyeret laju euro. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,340 poin atau 0,34% ke level 100,773 pada pukul 14.59 WIB.

Seperti diberitakan Reuters, euro jatuh ke level terendah satu bulan di 1,0756 terhadap greenback pada hari Kamis (23/4), dan melayang kembali untuk menguji level itu pada akhir pekan, setelah Uni Eropa sepakat untuk membangun dana darurat triliun euro, tanpa rincian yang pasti. Dengan Italia dan Spanyol terpukul jauh lebih keras daripada Jerman oleh krisis virus corona, permusuhan lama telah muncul di sebuah blok yang menghadapi pemotongan untuk output sedalam 15%, menurut European Central Bank.

Saat ini, pasar menantikan laporan data pesanan barang tahan lama AS. Sebagian besar ekonom memprediksi data ini akan menurun tajam. Sebelumnya, data terbaru mengenai klaim pengangguran di Negeri Paman Sam yang dilaporkan Departemen Tenaga Kerja setempat, tercatat mencapai angka 4,427 juta dalam pekan yang berakhir 18 April. Sehingga, total klaim pengangguran dalam lima minggu terakhir mencapai 26 juta.

Loading...