Selasa Pagi, Rupiah Masih Melemah Saat Hari Ibu

Rupiah - fajar.co.idRupiah - fajar.co.id

JAKARTA – belum mampu beranjak dari area merah pada perdagangan Selasa (22/12) ini, bertepatan dengan Hari Ibu. Menurut data Index pukul 09.19 WIB, Garuda 34 poin atau 0,24% ke level Rp14.164 per AS. Sebelumnya, spot sudah terdepresiasi 20 poin atau 0,14% di posisi Rp14.130 per AS pada akhir Senin (21/12) kemarin.

“Pelemahan rupiah tersebut lebih disebabkan tekanan dolar AS. Greenback sendiri menguat lantaran terdorong pelemahan poundsterling,” tutur ekonom Bank Permata, Josua Pardede, dilansir dari Bisnis. “Kemarin kan ada kabar bahwa Inggris akan kembali memberlakukan lockdown karena ditemukan baru yang bisa memengaruhi vaksinasi yang sudah berjalan di tersebut.”

Pelemahan rupiah yang relatif lebih terbatas, ditambahkan Josua, mendapat topangan dari rilis data makroekonomi yang memuaskan baru-baru ini. Perbaikan indeks manufaktur hingga tingkat impor diharapkan memberi indikasi akan masuk ke Indonesia di masa depan. Sentimen juga datang dari stimulus AS yang akan segera diumumkan. Apabila stimulus itu disepakati, dolar AS akan melemah karena banjir likuiditas dan mata uang emerging market bakal diburu.

“Ruang penguatan rupiah masih ada walau terbatas hingga akhir tahun nanti. Kalau dilihat, volume perdagangan mulai menipis karena tahun 2020 tinggal kurang lebih 2 minggu,” sambung Josua. “Rupiah bakal menguat pada kisaran Rp14.100 hingga Rp14.175 per dolar AS dalam sepekan ini. Sementara, untuk hari Selasa, spot akan bergerak di rentang Rp14.075 hingga Rp14.175 per dolar AS.”

Sementara itu, menurut tim analisis CNBC Indonesia, mata uang Garuda pada transaksi hari ini diprediksi akan bergerak turun. Pasalnya, tanda-tanda depresiasi rupiah sudah terlihat di pasar Non-Deliverable Market (NDF). Mengutip data Refinitv, pada pukul 07.14 WIB, mata uang domestik berada di posisi Rp14.153 per dolar AS.

NDF sendiri adalah instrumen yang memperdagangkan mata uang dalam jangka waktu tertentu dengan patokan tertentu pula. Pasar NDF seringkali memengaruhi psikologis pembentukan di pasar spot. Karena itu, di NDF tidak jarang diikuti oleh pasar spot. Bank Indonesia kemudian membentuk pasar DNDF. Meski tenor yang disediakan belum lengkap, tetapi ke depan diharapkan terus bertambah.

Loading...