Jumat Sore, Rupiah Menguat Tipis Jelang Hari Buruh

Rupiah - baca.co.idRupiah - baca.co.id

JAKARTA – mampu bertahan di zona hijau pada Jumat (30/4) sore menjelang Hari Buruh Internasional, ketika mencoba bangkit dari penurunan empat minggu beruntun. Menurut Index pada pukul 14.58 WIB, Garuda menutup transaksi dengan menguat tipis 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.445 per AS.

Sementara itu, mayoritas mata uang Asia sukses mengungguli greenback. Pagi tadi, yen Jepang terpantau menguat 0,14 poin ke level 108,7 terhadap , dolar Hongkong naik tipis 0,0001 poin menuju posisi 7,7 per , rupee India menguat 0,3 poin mencapai 74,0 rupee per , dan yuan China terapresiasi 0,002 poin atau 0,04% ke 6,4 yuan per .

Dari pasar , indeks dolar AS berusaha untuk lepas dari penurunan empat pekan beruntun terhadap sekeranjang mata uang dunia pada hari Jumat, ketika Federal Reserve masih berpegang pada kebijakan suku bunga yang rendah. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,131 poin atau 0,14% ke level 90,745 pada pukul 14.54 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, pada kesimpulan pertemuan kebijakan terbaru, Gubernur , Jerome Powell, mengakui pertumbuhan ekonomi AS, tetapi mengatakan belum ada cukup bukti dari kemajuan substansial lebih lanjut menuju pemulihan untuk menjamin perubahan kebijakan. Ekonomi AS memang tumbuh cepat pada kuartal I 2021, didukung stimulus pemerintah, menetapkan arah untuk apa yang diharapkan menjadi kinerja terkuat tahun ini dalam hampir empat dekade.

“Indeks dolar AS mungkin mencoba rebound dalam beberapa hari mendatang karena ekspektasi beralih ke laporan nonfarm payrolls April 2021 yang berpotensi melonjak, tetapi kenaikannya mungkin singkat karena pejabat The Fed menggarisbawahi sikap tegas dovish Powell,” tulis ahli strategi Westpac dalam sebuah catatan. “Dolar AS kemungkinan akan turun di bawah level 90 dalam waktu dekat.”

Sikap dovish The Fed sangat kontras dengan Bank of Canada, yang telah mulai mengurangi pembelian asetnya. Mata uang terkait komoditas Kanada mendapat dukungan tambahan dari lonjakan minyak ke level tertinggi enam minggu. komoditas yang lebih tinggi juga mendukung dolar Australia, yang naik 0,2% menjadi 0,77795 terhadap greenback.

Loading...