Obat Pereda Nyeri, Harga Voltaren Tablet 25 Mg Mulai Ribuan Rupiah

ILustrasi : Seseorang mengalami nyeri sendi - www.alodokter.com

Voltaren EC merupakan obat pereda rasa nyeri yang mengandung zat Natrium Diklofenak. Voltaren dipasarkan dalam berbagai sediaan, mulai dari Voltaren (25 mg, 50 mg, 75 mg, dan 100 mg), Voltaren gel, Voltaren supositoria 100 mg, dan Voltaren /injeksi. Adapun Voltaren tablet 25mg di apotek berkisar mulai Rp5.036 per tablet. Sedangkan Voltaren tablet 25 mg per strip isi 10 tablet berkisar mulai Rp45 ribuan.

Voltaren digunakan untuk mengatasi nyeri dan pembengkakan akibat rheumatoid arthritis, gout arthritis serta ketika juga mengalami peradangan, dan mengurangi gangguan inflamasi (peradangan) secara umum. Natrium Diklofenak termasuk dalam golongan Non-steroidal Anti-Inflammatory Drug (NSAID). Cara kerja Voltaren adalah mengurangi zat yang menimbulkan peradangan dalam , yaitu prostaglandin. Beberapa kondisi nyeri dan penyakit yang dapat diatasi dengan Voltaren adalah nyeri haid (dismenorea), nyeri otot, serta nyeri sendi pada rheumatoid arthritis, osteoarthritis, dan ankylosing spondilitis.

Karena termasuk golongan obat keras, Voltaren tablet hanya boleh dikonsumsi sesuai dengan dokter. Adapun yang biasa dianjurkan adalah 2-3 kali sehari 50 mg (2 tablet 25 mg). Pada kasus ringan dapat mengonsumsi antara 75-100 mg per hari sesudah makan.

Meskipun Voltaren dikenal efektif untuk mengatasi rasa sakit seperti rematik, sakit gigi, pegal-pegal, nyeri otot, dan nyeri tulang, rupanya penggunaan obat ini tak boleh sembarangan. Hal ini disampaikan langsung oleh praktisi medis sekaligus Dekan Fakultas Kedokteran UI, Prof. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB.

“Natrium diklofenak termasuk dengan golongan coxib yang biasa digunakan untuk radang sendi dapat menyebabkan komplikasi lambung yang serius seperti pendarahan lambung sampai bisa menyebabkan kebocoran lambung dan usus dua belas jari yang bisa fatal buat pasiennya,” jelas Prof. Ari, seperti dikutip Suara.

Dilansir dari Alodokter, penggunaan Voltaren mungkin menimbulkan beberapa efek samping, seperti mual, muntah, perut kembung, sakit maag, pusing, sakit kepala, diare, tekanan darah meningkat, atau nyeri di area suntikan (apabila diberikan dalam bentuk suntik). Oleh sebab itu, masyarakat umum tak boleh mengonsumsi obat-obatan keras secara sembarangan.

Loading...