Harga Variatif Tergantung Ukuran, Kawat Loket Galvanis Wiremesh Kerap Dipakai untuk Kandang

Kawat Loket Galvanis Wiremesh - pricelisthargawiremesh.blogspot.comKawat Loket Galvanis Wiremesh - pricelisthargawiremesh.blogspot.com

Welded wiremesh (weldmesh) atau yang kerap disebut dengan kawat loket adalah kawat stainless steel yang mempunyai daya karat lebih baik daripada kawat besi biasa. kawat loket pun ada beragam, misalnya saja kawat loket stainless steel, kawat loket galvanis, hingga kawat loket PVC. Yang membedakan masing-masing weldmesh tersebut adalah finishingnya. Di antara sekian weldmesh, kawat loket galvanis disebut-sebut lebih tahan karat atau korosi dibanding kawat loket biasa.

Kawat loket galvanis biasanya banyak diaplikasikan untuk pagar jalanan, penutup mesin, penutup jendela, hingga pertanian, peternakan, pembuatan kandang, atau sebagainya. “Kawat loket galvanis dibuat dengan kawat besi berkualitas tinggi dengan dan pengelasan dan kuat. kawat bersih mengkilap dan kuat di setiap sambungan yang di las. Kawat ini juga tidak mudah lepas walaupun di potong di tengah-tengah ruas kotak, dibanding dengan kawat loket besi biasa,” demikian kata salah satu penjual kawat loket di Jakarta Barat.

kawat loket galvanis wiremesh variatif. Sebagai , kawat loket galvanis 1/4 inch dengan ukuran 10 x 0,9 meter dan berat 3,8 kg dijual dengan Rp 105 ribu, lalu kawat loket galvanis 1/2” seberat 3,8 kg harganya Rp 100 ribu, dan kawat loket galvanis 1/2 inch berat 10 kg dengan panjang 25 meter harganya mencapai Rp 240 ribu per roll.

Kebutuhan kawat loket di Indonesia sendiri ternyata cukup besar. Salah satu pabrik wire rod steel alias kawat batang baja di Sidoarjo, PT Lionmesh Prima Tbk mengaku telah memproduksi sekitar 20.000 ton per tahun. Lionmesh Prima mengaku sebagian besar pendapatan perusahaan berasal dari penjualan welded wiremesh atau kawat loket.

Akan tetapi, tahun 2016 lalu, penjualan neto Lionmesh Prima dikabarkan turun 15,09% menjadi Rp 107,59 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu. Lionmesh Prima mengungkapkan bahwa penjualan turun karena harga jual yang menyusut di angka Rp 5.000 per kg. Namun sudah kembali naik ke angka Rp 6.000 per kg.

Loading...