Harga Variatif, Alat Pengepres Plastik Kemasan Bisa Bikin Makanan Lebih Awet

Alat Pengepres Plastik Kemasan - www.tokopedia.comAlat Pengepres Plastik Kemasan - www.tokopedia.com

Dalam memulai suatu bisnis kuliner, terutama untuk makanan atau minuman dalam kemasan, beberapa pelaku usaha memang perlu mengeluarkan dana investasi agak besar untuk urusan kemasan dan juga pengepakan produk yang dijual. Beberapa jenis makanan tertentu biasanya harus dikemas dalam plastik kedap udara menggunakan alat pengepres khusus supaya lebih tahan lama dan rasanya pun tidak berubah.

Harga alat pengepres plastik kemasan cukup variatif, tergantung jenisnya. Alat pres plastik kemasan atau yang kerap disebut sealer ini kerap digunakan untuk mengepres plastik kemasan makanan menjadi lebih rapat atau kedap udara serta ada juga mesin press untuk plastik kemasan gelas minuman. Secara umum alat pengepres plastik kemasan tersebut terdiri dari 2 jenis, yakni yang fiturnya masih menggunakan tenaga manual dan yang sudah otomatis cukup dengan menekan satu tombol.

Adapun harga alat pengepres plastik kemasan atau hand sealer manual dijual mulai Rp 130 ribuan hingga Rp 1,35 jutaan. Kemudian ada juga varian mesin pedal sealer yang dibanderol sekitar Rp 775 ribuan hingga Rp 3,5 jutaan. Sementara itu untuk mesin continuous band sealer yang mampu mengepres kemasan plastik secara otomatis dan simultan dijual dengan harga yang relatif lebih mahal, mulai Rp 3,5 jutaan hingga Rp 6,95 jutaan, dan mesin vacuum sealer yang dapat kemasan plastik lebih kedap udara dijual mulai Rp 800 ribuan sampai Rp 32 jutaan.

Lain lagi dengan alat pengepres plastik kemasan gelas atau cup minuman yang dibanderol pada kisaran harga Rp 800-950 ribuan untuk yang manual, sedangkan yang full otomatis harganya lebih mahal, yakni berkisar Rp 7,5 jutaan.

Walaupun investasi untuk alat pengepres plastik kemasan cukup mahal, salah satu pengusaha rendang sapi dalam kemasan bernama Rendang Nenek rupanya berhasil meraup cukup besar dari mengolah rendang sapi rumahan menjadi lebih menarik dan bernilai jual. “Tidak ada modal cukup untuk membuka usaha rumah makan Padang, akhirnya kami pilih produk kami secara online,” kata Ivan Diryana, pemilik usaha Rendang Nenek, seperti dilansir Detik.

“Produksi dimulai dengan menyiapkan bumbu, dan santan. Kemudian semua diolah hingga 6 jam, diaduk-aduk secara berkala. Setelah 6 jam, rendang kami bungkus dengan vacuum sealer agar tahan lama hingga 6 bulan untuk daging dan ayam, lalu kami kemas dengan dus untuk selanjutnya kami kirim melalui jasa pengiriman” ujar Ivan yang menjelaskan proses produksi rendangnya.

Dengan modal awal di bawah Rp 1 juta tahun 2011 lalu, kini bisnis yang dirintis Ivan bersama istrinya tersebut berhasil mencapai rata-rata Rp 100 juta dalam sebulan. Namun saat bulan puasa omzet yang diraih bisa berkali lipat menjadi Rp 300 juta.

Loading...