Meski Harga Jual per Kg Murah, Bisnis Tusuk Sate Ternyata Cukup Menguntungkan

Sajian Makanan Sate - id.lovepik.comSajian Makanan Sate - id.lovepik.com

Siapa yang tak kenal sajian sate? Sajian daging ayam, sapi, atau bahkan udang yang dibakar menggunakan tusuk satai ini begitu disukai oleh banyak masyarakat Indonesia. Namun siapa sangka, tusuk sate yang mungkin bagi sebagian orang terlihat sepele ini bisa menjadi sumber pendapatan yang menguntungkan. Seperti diketahui, tusuk satu per kg memang relatif murah. Namun tusuk sate hampir selalu dibutuhkan oleh para pebisnis .

Tak terbatas pada sate, saat ini tusuk bambu semacam ini juga banyak digunakan untuk pinggir jalan yang ada di setiap . Tidak mengherankan jika kemudian permintaan tusuk sate terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu, seiring dengan berkembangnya kreativitas para pebisnis kuliner.

Adapun harga tusuk sate 500 gram (1/2 kg) saat ini mulai Rp10 ribuan per bungkus, tusuk sate 250 gram (isi 100 tusuk) sekitar Rp8 ribuan, sedangkan harga tusuk sate per kg dibanderol antara Rp15 ribu hingga Rp28 ribuan per bungkus. Lain dengan tusuk sate lilit yang bentuknya pipih, bisa dengan harga lebih mahal lagi, mencapai Rp43 ribu per kilogram-nya. Tusuk sate tak hanya bisa dibeli di -pasar terdekat, tetapi juga sudah banyak di minimarket seperti Indomaret dan Alfamart.

Hingga kini pembuatan tusuk sate rupanya cukup menguntungkan. Salah satu produsennya, Andi Febrianto di Malang mengaku per minggu dapat memproduksi hingga 1,5 ton tusuk sate berukuran panjang 20-22 cm. Ketebalan tusuk sate pun dibedakan, antara tusuk sate kambing dengan tusuk sate ayam.

Tusuk sate kambing diameternya 3 mm, sedangkan tusuk sate ayam 2,5 mm. “Tusuk sate ayam lebih tipis karena rata-rata isi satenya lebih banyak,” kata Andi. Harga banderol kedua tusuk sate itu pun berbeda. Harga tusuk sate ayam justru sedikit lebih mahal, yakni mulai Rp12 ribu per kg dan tusuk sate kambing Rp11 ribu per kg.

Mayoritas tusuk sate Andi rupanya berasal dari luar daerah seperti Jakarta, Sulawesi, dan Ternate. Omzet yang berhasil dihasilkan dari bisnis tusuk sate tersebut berkisar Rp44 juta sampai Rp50 juta per bulan dengan laba bersih 15-20%. Bahkan kata Andi omzet tersebut masih tergolong kecil. “Kalau sudah pemain besar, kapasitas produksinya bisa mencapai 4 ton lebih,” tandasnya.

Loading...