Ukurannya Mini, Harga Catok Topsonic Hair Care Dibanderol Murah Meriah

Ilustrasi : Seorang wanita sedang melakukan catok rambutIlustrasi : Seorang wanita sedang melakukan catok rambut - blog.elevenia.co.id

Hampir setiap senang melakukan styling pada rambutnya, entah dengan melakukan blow dry, curly, hingga mencatok . catok atau curly pun sekarang sudah semakin banyak macamnya, ada yang berukuran besar, sedang, atau mini seperti catok Topsonic Hair Care. Catok Haidi Topsonic Hair Care sendiri tergolong murah, harga banderolnya berkisar Rp12 ribuan hingga Rp20 ribuan di .

Meskipun ukurannya kecil, hanya sepanjang 15 cm, catok mini Haidi Topsonic Hair Care HD-768 ini diklaim mampu mencapai suhu pemanasan hingga 200 derajat celsius melalui plate berbahan keramik. Ukurannya yang kecil dan ringan membuat catok ini cukup praktis untuk dibawa-bawa bepergian atau bahkan disimpan dalam tas. catok Topsonic Hair Care biasanya tersedia dalam beberapa seperti pink, biru, dan hitam. Selain untuk meluruskan rambut, catok ini pun dapat digunakan untuk curly. Praktis sekali bukan?

Walau alat-alat styling rambut sudah sedemikian canggih, pengguna juga perlu lebih berhati-hati ketika hendak menata rambutnya dengan alat-alat styling seperti hairdryer, catokan, ataupun curler. Pasalnya, jika dilakukan secara sembrono dan terus-menerus justru dapat berisiko merusak rambut.

Menurut dr. Gloria Novelita dari Skin&Co, keseluruhan proses styling itu pada dasarnya hanyalah memindahkan panas pada rambut. Misalnya ketika mengeringkan rambut dengan hair dryer maka dapat meningkatkan suhu air pada rambut, lalu air itu menjadi uap dan uap akan membentuk bubble di batang rambut yang berpotensi membuat rambut rapuh.

“Blow dry kan menghantarkan panas juga, molekul air jadi uap bentuknya bubble bikin rambut rapuh, lalu rambutnya tanpa proteksi rambut jadi rusak,” kata dr. Grace, seperti dilansir Tribunnews. Apabila rambut rapuh, rambut akan sangat rentan patah-patah dan bercabang di bagian ujung rambut.

Sedangkan permasalahan rambut rontok menurutnya bukan karena alat-alat menata rambut, tetapi karena adanya masalah dengan kulit kepala, misalnya ketombe atau kurang nutrisi. “Jadi sebetulnya kalau styling efek lebih ke rambut rapuh dan patah, tidak langsung ke kerontokan rambut. Jadi kalau styling, lebih tepat ke arah rambut yang mudah patah,” paparnya.

Oleh sebab itu, ia menyarankan apabila tiap hari melakukan styling rambut, maka harus bersedia melakukan ekstra. dapat dilakukan dengan menggunakan vitamin rambut, jangan terlalu dekat memakai hairdryer dengan rambut, dan jangan mencatok rambut dalam kondisi basah. “Kalau memang styling karena kebutuhan, ya kita harus ekstra perawatannya terus supaya nggak terjadi kerusakan rambut,” ujarnya.

Loading...