Harga Tiket Masuk Murah, Kebun Kurma Purwosari Juga Dilengkapi Wahana Menarik

Kebun Kurma Purwosari - www.cumacuma.orgKebun Kurma Purwosari - www.cumacuma.org

Bagi Jawa Timur, mencari objek yang unik dan menarik rupanya tak perlu jauh-jauh ke Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta. Pasalnya di Jatim ternyata ada salah satu tempat menarik yang dinamakan Duta Kebun Kurma Purwosari. Kebun kurma satu ini berlokasi di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur dan disebut-sebut sebagai satu-satunya petik kurma di Indonesia.

Kebun Kurma Purwosari sendiri memang tergolong baru karena dibuka sejak awal Januari 2017 lalu. Harga masuk Kebun Kurma Purwosari pun kabarnya cukup murah, hanya Rp 5.000 per orang, sementara itu untuk parkir sepeda motor dikenai sekitar Rp 2.000 dan parkir mobil Rp 5.000. Objek wisata ini buka setiap hari Sabtu-Kamis mulai pukul 09.00 WIB hingga jam 16.00 WIB. di hari Jumat Kebun Kurma Purwosari tutup.

Tak perlu jauh-jauh ke Arab, para pengunjung bisa menikmati pemandangan pohon kurma dan pohon zaitun. Kebun Kurma Purwosari sendiri diprakarsai oleh Duta Wisata Group, HM Roeslan. Roeslan membangun Kebun Kurma Purwosari di atas seluas 3,7 hektare. Tak hanya menikmati pemandangan deretan pohon kurma, selama berada di Kebun Kurma Purwosari, para pengunjung juga bisa menikmati fasilitas aneka olahan buah kurma, mulai dari minuman sampai . Bahkan di sana juga disediakan toko souvenir bagi pengunjung yang ingin membeli batik motif kurma.

Bukan hanya sekadar kebun kurma, di Kebun Kurma Purwosari juga menyediakan berbagai wahana menarik seperti pesawat Boeing 737 yang dapat digunakan oleh para pengunjung untuk berfoto selfie, kemudian ada pula permainan ATV hingga berkuda, spot foto berbentuk frame love, patung unta, tembok mirip kabah, dan masih banyak lagi. Ke depannya Kebun Kurma Purwosari ini juga akan terus dikembangkan. “Kami akan tambah lagi dan lengkapi beberapa fasilitas di dalamnya. Ini kan baru percobaan,” jelas Roeslan.

Mulanya Roeslan mengaku hanya memiliki tanah yang luas dan tidak bisa berfungsi optimal karena tak banyak pengembang yang berminat menjadikan tanah tersebut sebagai kawasan . “Tanahnya memang kering dan berada di daerah sedikit tertinggal. Saya mulai berpikir untuk memanfaatkan tanah itu sebagai tempat wisata,” jelasnya.

Kemudian ia berusaha berpikir objek wisata apa yang cocok untuk lahan seluas itu. “Saya lihat di Thailand itu ada wisata petik kurma. Dari situ saya berpikir. Di Thailand saja bisa, pasti di Indonesia juga bisa. Saya langsung ke Jakarta mencari bibit kurma,” tandasnya.

Loading...