Sediakan Beberapa Kelas, Ini Harga Tiket Bus Nusantara Semarang-Jakarta

Bus NusantaraBus Nusantara - mobilkomersial.com

Perusahaan Otobus (PO) Nusantara merupakan salah satu moda transportasi angkutan umum andalan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan dari Semarang ke Jakarta atau sebaliknya (pergi pulang/PP). Bus yang menyediakan kursi AC dan super executive AC ini menjual tiket perjalanan rute Semarang-Jakarta dengan yang bersaing.

Misalnya, untuk kelas executive AC (2+2) dengan Rp190 ribu, sedangkan kelas super executive (2+1) biaya tiketnya antara Rp260 ribu sampai Rp280 ribu. Bus Nusantara rute Semarang-Jakarta diberangkatkan dengan pilihan jadwal mulai pukul 18.00 WIB, jam 19.00 WIB, 19.15 WIB, dan pemberangkatan terakhir pukul 19.23 WIB. Bus Nusantara dari Semarang berangkat dari Agen Nusantara Jalan Dr. Cipto, kemudian nantinya penumpang diturunkan di beberapa pilihan titik, yakni di Daan Mogot, Terminal Pulo Gebang, atau Lebak Bulus. Lama perjalanan Semarang-Jakarta sekitar 5-6 jam.

Selain tujuan Jakarta, PO Nusantara juga melayani perjalanan ke Pekalongan, Pemalang, Tegal, Bandung, Bogor, dan juga Bekasi. Pemesanan tiket bus Nusantara bisa dilakukan melalui telepon agen-agen PO Nusantara terdekat atau bisa juga dilakukan secara lewat kanal-kanal penjualan resmi yang telah bekerja sama dengan PO Nusantara.

Demi memudahkan masyarakat dalam bepergian, Kota (Pemkot) DKI Jakarta juga telah meluncurkan sistem tiket secara elektronik online melalui aplikasi Jakarta Electronic Ticketing Bus (Jaketbus) di Terminal Terpadu A Pulo Gebang, Jakarta Timur sejak akhir tahun 2020 lalu. Dengan demikian, masyarakat dapat melakukan tiket perjalanan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) secara online lewat telepon seluler.

“Saya bahagia sekali, karena apa? Naik bis dari Pulogebang sudah bisa menggunakan e-ticketing. Jadi membayar tidak perlu di terminal, kita bisa melakukan pemesanan dari rumah. Sudah ditentukan tujuannya ke mana, busnya apa, di mana naiknya. Ini lompatan yang luar biasa, terima kasih Pak Wagub DKI dan juga Bank Indonesia untuk kolaborasinya, karena ini bisa pakai e-wallet,” kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, seperti dilansir Republika.

“Dengan kerjasama yang semakin bagus ini, saya menugaskan pada Dirjen Perhubungan Darat untuk melaksanakan ini bukan hanya saja di Jakarta tapi juga di seluruh kota-kota di indonesia. Karena dengan ini, konsolidasi terkait dengan pembayaran itu menjadi lebih efisien, angkutan massal diminati, dan risiko penularan Covid-19 juga bisa dikurangi karena tidak ada kontak langsung,” tandas Budi.

Loading...