Harga Jutaan Rupiah, Test Kit Corona yang Beredar Online Apakah Akurat?

Test Kit Corona - (YouTube: One News PH)Test Kit Corona - (YouTube: One News PH)

Di tengah wabah di sejumlah negara termasuk , kini mulai bermunculan test kit di sejumlah jual-beli . Entah benar akurat atau tidak, yang jelas itu dengan mulai Rp1 juta lebih di e-commerce.

Misalnya saja untuk bernama COVID-19 IgM/IgG Antibody Rapid Detection Kit diklaim sebagai satu-satunya tes paten untuk corona virus terbaru di Indonesia. Hasil pengujiannya diklaim terlihat dalam waktu 8-15 menit saja dan menjadi alat tes standar yang digunakan di China Hospital. Adapun untuk spesimen yang digunakan berdasar bagan cara pakainya adalah dari sampel darah.

Ada juga toko online lain yang menawarkan rapid test kit corona virus Covid-19 dengan harga Rp2,8 juta. Yang lebih menakjubkan lagi, alat ini diklaim mampu mengeluarkan hasil cukup cepat dalam kurun waktu 2-10 menit. Di toko lainnya menjual test kit Covid-19 dengan harga Rp1,45 juta dan tingkat akurasi diklaim mencapai 95-99%, namun tak ada deskripsi apa-apa lagi selain itu.

Masih belum diketahui apakah barang itu adalah barang resmi dan efektif atau tidak untuk mendeteksi virus corona. Menurut Ahmad Utomo, Principal Investigator di Stem Cell and Cancer Research Institute, lebih baik dipastikan dulu cara kerjanya, apakah berbasis antibodi atau PCR (Polymerase Chain Reaction). Selain itu, alat tersebut juga harus divalidasi dengan baik. “Tapi saya tidak menganjurkan untuk beli, karena bagaimanapun harus dikerjakan oleh laboratorium,” ungkap Ahmad, seperti dilansir Detik.

Test kit berbasis antibodi menurutnya punya kelebihan dapat memberikan hasil lebih cepat, yaitu sekitar 15-20 menit. Hasil positif dengan rapid diagnostik semacam itu bisa menginformasikan seseorang pernah terpapar virus corona atau tidak. “Untuk skrining di bandara misalnya, rapid diagnostik cukup menjanjikan karena hanya 20 menit. Supaya aware bahwa pernah terinfeksi,” katanya.

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah dalam penanganan COVID-19, Achmad Yurianto mengungkapkan bahwa pengecekan laboratorium corona saat ini tidak hanya dapat dilakukan di Kementerian Kesehatan. “Pemerintah sudah memutuskan mulai hari Senin (16/3) besok, pemeriksaan laboratorium bisa dilaksanakan bukan hanya Balitbangkes (Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan) tapi BBTKLPP (Balai Besar Teknis Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BBTKL PP), Universitas Airlangga di lembaga Eijkman, dan beberapa tempat lagi yang sedang dilakukan uji,” kata Yuri, Senin (16/3).

Loading...