Harga Terus Membaik, Lahan Tanaman Cengkeh Juga Meluas

cengkeh cengkih clovesCengkeh kering [foto:desagebang.wordpress.com]

Pada tahun ini, cengkeh mengalami kenaikan yang cukup signifikan sehingga memicu banyak daerah untuk memperluas lahan cengkeh mereka. Bahkan, harga cengkeh yang terus membaik dalam tiga tahun terakhir ini diramal akan terus mengalami kenaikan hingga lima tahun ke depan.

Di , harga cengkeh sebelum masa panen sudah mencapai Rp130.000 per kg. Sementara di Aceh, harga cengkeh yang langsung dibeli dari petani berada di kisaran Rp105.000 hingga Rp106.000 per kg.

“Saat ini, kebutuhan cengkeh dalam negeri mencapai 110 ribu ton per tahun,” terang Ketua Asosiasi Petani Cengkeh Indonesia (APCI), Dahlan Said. “Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 persen hasil panen dibeli oleh Hasil Tembakau (IHT) sebagai campuran rokok kretek.”

Ditambahkan Dahlan, saat ini, Indonesia sudah melakukan swasembada cengkeh. “Secara nasional, luas lahan komoditas cengkeh sudah mencapai sekitar 400 ribu hektar, dengan lahan yang terbilang produktif di kisaran 300 ribu hektar,” sambungnya.

Dengan luasnya lahan yang ada, hasil produksi cengkeh dalam negeri juga otomatis meningkat. Di Kendari, Sulawesi Tenggara, produksi cengkeh rata-rata mencapai 18 ton per tahun dengan luas tanam mencapai 31 hektar. Sementara di Timur, ada sekitar 46.915 hektar lahan cengkeh yang terus produktif hingga kini.

“Sekarang, jumlah petani yang membudidayakan cengkeh di Kendari mencapai 175 KK,” terang Kepala Dinas dan Kehutanan Kendari, Sainal Arifin. “Keinginan petani untuk terus mengembangkan cengkeh karena tanaman itu merupakan komoditas dengan harga yang terus mengalami kenaikan seiring tingginya pasar, baik lokal, nasional, maupun internasional.”

Loading...