Harga Terjangkau, Produk Roti dan Cake Dea Bakery Kantongi Sertifikat Halal

Berbagai macam jenis rotiIlustrasi : Berbagai macam jenis roti

di bidang kuliner sampai saat ini masih menjadi usaha yang cukup menjanjikan, terlebih karena pilihan kuliner untuk dijajakan pun sangat beragam dan terus berkembang dari waktu ke waktu. Salah satu kuliner yang bisa dibilang sukses di Kota Raya ada gerai roti Dea Cake and Bakery. Dea Bakery menawarkan berbagai sajian roti, tart untuk ulang tahun, donat, pastry, hingga cake dengan yang cukup terjangkau.

Hingga kini Dea Bakery memiliki yang tersebar luas di berbagai wilayah Malang, Jawa Timur, seperti daerah Kepanjen, Gondanglegi, Ketawang, Turen, Dampit, Dinoyo, Sawojajar, Singosari, Tumpang, Batu, Sukun, Pandaan, Tulungagung, Blitar, Pasuruan, Pujon, Probolinggo, Pakis, Bandulan, dan Pakisaji. “Kami memulai 2009, sebagai usaha padat karya. Saat ini sudah ada 23 outlet di seluruh Jawa Timur dan Jawa Tengah, dengan jumlah total karyawan sebanyak 250 orang,” kata Manager Marketing Dea Cake and Bakery, Anton Wahyudi, seperti dilansir Sindonews.

Adapun untuk varian bakery atau roti-rotian dijual dengan harga murah mulai dari Rp 6.000-7.000, lalu kue tart dibanderol seharga Rp 60-110 ribuan, donat Rp 3 ribuan, pastry Rp 3.500-5.000, dan cake Dea dihargai pada kisaran Rp 2.500-65.000 saja. Cukup murah bukan?

Namun uniknya, gerai satu ini rupanya bermula dari hobi sang pemilik, Mulyani Hadiwijaya yang awalnya hanya membuka toko bahan kue ‘Dea’ di Pasar Kepanjen tahun 2001 silam. Guna meningkatkan kepercayaan , Mulyani pun membuka pelatihan membuat kue secara gratis. Sejak dibukanya pelatihan tersebut, Toko Dea ternyata kebanjiran pesanan dari dan baru membuka Dea Bakery tahun 2009.

Sepanjang perjalanan bisnis memang tidak mudah, toko roti yang sudah mengantongi halal ini kerap mengalami hambatan, terutama untuk meningkatkan sumber daya manusia (SDM), yakni para pekerjanya. Oleh karena itu pihak manajemen berupaya untuk terus meningkatkan pekerjanya dengan mengadakan berbagai pelatihan secara berkala.

“Masalah pasti ada, biasanya SDM. Tidak hanya itu, kami juga tidak bisa menampung semua keinginan karyawan. Untuk meningkatkan kualitas SDM, kami hanya bisa memberikan seminar-seminar untuk menambah ilmu kepada mereka,” jelas Anton.

Loading...