Harga Terjangkau, Jerigen Minyak 20 Liter Dijual Mulai Rp 35 Ribuan

Jerigen Minyak - www.bukalapak.comJerigen Minyak - www.bukalapak.com

Keberadaan jerigen memang sangat bermanfaat untuk kehidupan sehari-hari. Banyak zat cair yang bisa ditampung dengan jerigen, mulai dari menampung , tanah, cairan , kuah makanan, dan bahkan beberapa pun mengemas minyak goreng berukuran 5 liter ke dalam sebuah jerigen plastik.

Jerigen biasanya terbuat dari bahan plastik yang dapat digunakan untuk menampung berbagai cairan seperti air, bensin, hingga untuk menampung minyak sekalipun. atau kapasitas jeriken yang beredar di pun ada bermacam-macam, mulai dari 1 liter, 5 liter, hingga yang kapasitasnya besar, mencapai 20 liter, 25 liter, 35 liter, maupun 50 liter. Apabila semakin besar kapasitasnya dan semakin bagus bahannya, maka jerigen tersebut pun akan dijual makin mahal.

Sebagai contoh, harga jerigen minyak 20 liter di pasaran berkisar mulai dari Rp 35 ribuan hingga mencapai Rp 67 ribuan per buah untuk jerigen kondisi baru, sedangkan jerigen bekas harganya bisa lebih murah lagi. Namun harga produk jerigen di setiap toko biasanya bisa berbeda-beda meskipun sama-sama berkapasitas 20 liter. Jerigen plastik semacam ini dapat ditemukan dengan mudah di toko-toko peralatan rumah tangga maupun pusat perbelanjaan besar.

Meskipun punya banyak manfaat dan kerap digunakan oleh masyarakat untuk membeli bahan bakar di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) alias pom bensin, rupanya pembelian bahan bakar dalam jerigen sebenarnya dilarang. Larangan tersebut bukan tanpa sebab, jerigen dinilai terbuat dari bahan yang mudah terbakar. “Jeriken, drum atau bahan-bahan lain yang pakai plastik itu enggak bisa karena ada listrik statisnya,” ujar kepala shift di SPBU Pertamina Margonda Depok, Imron Rosyidi, seperti dilansir Kompas.

Lebih lanjut Imron menjelaskan jika masyarakat sebenarnya boleh saja membeli bahan bakar dan tidak langsung memasukkannya dalam tangki kendaraan, akan tetapi wadah yang digunakan untuk membeli bahan bakar harus dari bahan yang tak mudah menghantarkan listrik statis seperti aluminium. Selain itu, bahan bakar yang dibeli juga harus yang kadar oktannya tinggi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, atau Pertamina Dex. “Harus bahan bakar khusus, kalau Premium enggak bisa,” tutur Imron.

Loading...