Harga Tergolong Mahal, Apakah Veneer Gigi Komposit Membuat Orang Lebih Percaya Diri?

Harga, veneer, gigi, komposit, porselen, prosedur, metode, dokter, kondisi, jumlah, pasien, natural, putih, tooth, whitening, direct, indirect, bahan, jenis, rumah sakit, klinik, swasta, Jakarta, penampilan, wajah, senyum, percaya diri, sehat, susunan, dental, care, pemutihan, proses, ketahanan, biaya, bentukIlustrasi: prosedur pasang veneer gigi (sumber: grupoclinicast,com)

Memiliki yang sehat, rapi dan indah memang dambaan setiap orang agar tampil lebih percaya diri dengan sempurna. Untuk memperoleh kondisi yang sempurna, tak sedikit orang yang melakukan sebuah metode yang sedang hangat beberapa waktu ini, yaitu veneer.  untuk melakukan veneer berbeda-beda, tergantung bahan veneer yang digunakan, jumlah yang dilakukan veneer, jenis veneer yang dilakukan, dan yang menyelenggarakannya.

Biasanya, di rumah sakit dan klinik swasta di Indonesia, biaya veneer gigi berkisar Rp650.000 hingga lebih dari Rp5.000.000 per gigi. Dianjurkan untuk mempersiapkan dana lebih guna kebutuhan tambahan yang tidak terduga, yaitu sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan. Dengan biaya yang tak sedikit, amankah jalani prosedur veneer gigi ini?

“Yang perlu diketahui bahwa veneer itu tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang, kecuali artis kan dia memang kebutuhannya untuk selalu tampil sempurna di depan kamera. Kalau untuk kita yang bukan artis harus mengetahui lagi, apakah veneer sebenarnya menjadi kebutuhan kita atau tidak? Apalagi untuk anak di bawah umur 25 tahun,” ungkap drg. Jeffry Susanto selaku pemilik Dental Care Beautylogica Clinic dilansir Grid.

Ia menjelaskan bahwa kalau mau sekadar gigi putih sebenarnya bisa melakukan teeth whitening. Lalu jika ingin memiliki gigi yang rapi bisa juga dilakukan kawat gigi, karena veneer itu keputusan seumur hidup jadi harus paham betul risiko dan cara merawatnya. “Veneer merupakan dental treatment yang berfungsi untuk membuat gigi terlihat putih dan rapi. Veneer dilakukan dengan cara melapisi gigi dengan bahan tambalan komposit atau porselen,” katanya. Jika kondisi gigi pasien tidak mendukung untuk langsung dilapisi bahan tersebut, maka gigi pasien harus dikikis terlebih dahulu.

Veneer terbagi menjadi dua, direct veneer dan indirect veneer, perbedaan antara direct veneer dan indirect veneer adalah dari bahan yang digunakan, , proses pengerjaan dan ketahanan veneer itu sendiri. “Jika memang tidak harus melakukan veneer, lebih baik pasien melakukan teeth whitening, namun jika harus untuk melakukan veneer, maka sebaiknya menggunakan jenis indirect veneer. Hal ini dikarenakan meskipun harganya lebih mahal dari direct veneer tapi hasil yang diinginkan jauh lebih bagus daripada direct veneer. Karena bahan yang digunakan untuk indirect veneer adalah porselen,” ujarnya.

Menurut Drg. M. Riyadhianto A, SpPros dari klinik Beyoutiful Jakarta, tren veneer gigi muncul sejak 10 tahun belakangan. Kini, dalam waktu satu bulan ia bisa menangani 5-8 pasien. Mereka yang datang rata-rata ingin memperindah penampilan saat tengah tersenyum melalui perubahan warna serta susunan gigi.

“Metode ini bisa memperbaiki penampilan wajah terutama dalam waktu singkat. Veneer juga bisa memutihkan gigi yang gagal menjadi putih melalui metode pemutihan gigi lain. Ia bisa juga menjadi alternatif perawatan behel. Nilai minusnya, perawatan ini ialah perawatan permanen dan pada kasus tertentu perlu pengikisan gigi,” kata Adi kepada Tirto.

Namun, ada hal yang kemudian menjadi perdebatan, yakni hasil veneer yang dianggap tak natural. Wacana ini menyeruak lantaran warna gigi menjadi terlalu putih serta bentuknya terlalu mulus. Sebenarnya hasil veneer yang baik ialah gigi yang tetap nampak normal.

Loading...