Dipercaya Lebih Sehat, Harga Tepung Wholemeal Lebih Mahal dari Terigu

Bahan Tepung untuk MakananBahan Tepung untuk Makanan

Sejak beberapa waktu belakangan, kesadaran masyarakat Indonesia untuk mengonsumsi makanan yang lebih sehat rupanya semakin tinggi. Kesadaran tersebut bukan hanya dilakukan dengan mengganti nasi dengan aneka makanan lain yang dipercaya lebih sehat, tetapi juga mengganti konsumsi roti yang berasal dari terigu biasa menjadi whole meal atau yang oleh masyarakat kita lebih sering disebut gandum utuh. Seperti diketahui, wholemeal memang relatif lebih mahal dibanding terigu biasa.

Di Indonesia harga tepung wholemeal 250 gram saja berkisar mulai Rp8 ribu, kemudian tepung wholemeal Puravita 500 gr mulai Rp22 ribuan, tepung wholemeal spelt flour impor merek McKenzie’s ukuran 300 gr bisa mencapai Rp64 ribuan, dan tepung wholemeal 1 kg harganya berkisar Rp49 ribu sampai Rp90 ribuan. Luar biasa sekali bukan? Padahal tepung terigu biasa di Indonesia harganya berkisar Rp9 ribu sampai Rp12 ribuan saja per 1 kilo.

Beberapa orang mungkin masih rancu membedakan antara tepung wholemeal dan wholewheat. Sebagai , whole wheat seperti namanya menyiratkan tepung gandum utuh, yang digiling dan tidak ada yang dibuang. Sementara itu, untuk tepung wholemeal berasal dari biji-bijian gandum yang digiling dalam kulitnya dibuang dan dalam persentase tertentu dimasukkan kembali.

Lantas, mengapa roti yang berasal dari tepung gandum utuh disebut-sebut lebih sehat dari roti tawar biasa? “Ada perbedaan antara roti gandum utuh dan roti gandum biasa, bukan hanya soal kandungan serat,” ujar ahli gizi Karen Ansel, MS, RDN, yang juga penulis buku Healing Superfoods for Anti-Aging: Stay Younger Live Longer, seperti dilansir Kompas.

Ansel menambahkan, kata “utuh” atau “whole” menggambarkan bahwa butir biji yang ada dalam roti tidak diproses dan mengandung semua bagian asli dari gandum, baik itu dedak, bakteri baik, dan endosperma. Itu adalah 3 lapisan di mana nutrisi paling penting ditemukan, seperti serat, lemak sehat, vitamin B, mineral, dan fitonutrien, yang dikenal mampu membantu melawan penyakit kronis. “Penelitian saat ini menunjukkan bahwa orang yang makan gandum utuh, memiliki lebih sedikit lemak tubuh dibandingkan orang yang hanya makan gandum olahan,” paparnya.

Loading...